Sign Up
 
     
 

 
     
 
Blogadexme.blogspot.com
http://blogadexme.blogspot.com
   Follow

13,454 Total Copies

11,503 Text Copies

1,951 Image Copies

 
     

 
 

 
     
 
Recent Images
DownloadNow.jpg
Download1.png
Downlaod2.png
Install-Windows-8-di-VMware-Player-05.jpg
Install-Windows-8-di-VMware-Player-04.jpg
Install-Windows-8-di-VMware-Player-03.jpg
Downlaod2.png
 
     
     
 
«
Recent Copies
 

  on /2011/12/makalah-faktor-berkurangnya-minat-baca.html 05 May
BAB I

PENDAHULUAN

Membaca merupakan suatu kegiatan
yang dapat menambah wawasan dan memperluas cakrawala kita. Membuka sebuah buku
sama ibarat kita membuka jendela. Jika kita membuka jendela, kita dapat melihat
semua kejadian yang ada di luar kita. Begitu juga jika kita membuka suatu buku.
Kita juga dapat melihat hal-hal nyata yang terjadi di luar.

Menurut
Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya memaparkan, rendahnya
minat baca disebabkan membaca perlu banyak waktu luang. Sementara orang Indonesia
waktunya lebih banyak tersita untuk bekerja demi mempertahankan hidup dan
meningkatkan kesejahteraan. Barangkali harga buku juga ikut andil menjadi
pemicu rendahnya tingkat membaca. (Nurhidayah dalam Buku Tunjukkan Karakter
Bangsa. (suaramerdeka.com).

Erna
MS (2007) dalam penelitian kualitatifnya juga memaparkan, rendahnya minat baca
di kalangan anak dapat disebabkan oleh kondisi keluarga yang tidak mendukung,
terutama dari orang tua anak-anak yang tidak mencontohkan kegemaran membaca
kepada anak-anak mereka. Selain itu, kurangnya perhatian dan pengawasan orang
tua mereka terhadap kegiatan anak-anaknya. Hal ini dapat dikaitkan pula dengan
konsep pendidikan yang diterapkan dan dipahami orang tua. Sementara terkait
dengan fasilitas, minimnya ketersediaan bahan bacaan di rumah juga dapat
membuat anak kurang berminat pada kegiatan membaca karena tidak ada atau
kurangnya sumber bacaan yang tersedia di rumah. Selain dari sisi keluarga,
terdapat juga pengaruh dari lingkungan.

Karena
pengaruh ajakan yang begitu kuat dari lingkungan (teman), anak lebih memilih
bermain dengan teman-temannya dibanding membaca buku. Dan terakhir,
ketersediaan waktu yang kurang, membuat anak kurang berminat untuk membaca.
Seperti yang dipaparkan pula oleh Primanto (2000), bahwa membaca memerlukan
waktu luang. Kondisi sebagian anak yang kegiatan kesehariannya sudah sangat
padat, tentu tidak memiliki waktu yang cukup untuk kegiatan membaca.

Seperti
kondisi beberapa informan anak yang bersekolah dengan sistem full day
school, tentu sebagian besar waktu dalam sehari sudah banyak dihabiskan di
sekolah. Kesempatan memiliki waktu luang sangat terbatas. Apalagi jika masih
ada kegiatan-kegiatan rutin yang mereka jalani setelah pulang sekolah. Kalaupun
masih ada sisa waktu, mereka lebih memanfaatkan untuk bersantai dan melepas
lelah.

     A.   
Latar
Belakang Masalah.

Dalam
penelitian ini kami memilih Topik Berkurangnya Minat Membaca Siswa/I. Kami
mengutip hal ini karena Menurut Ita Dwaita Lantari, rendahnya minat baca anak,
tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja, melainkan
terkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Misalnya, mental anak dan
lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Orang kota mungkin
kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan
hiburan elektronik. Sementara di pelosok desa, anak lebih suka keluyuran
ketimbang membaca. Sebab, di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta.
Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada
menunggui anak belajar. (Ita Dwaita Lantari dalam Minat Baca Vs Bahan
Bacaan. (http://www.kompas.com).

Apa
yang membuat niat membaca Siswa/I di perpustakaan tidak begitu tinggi? Sebab
kita sudah tahu bahwa Membaca dapat membantu mengembangkan pemikiran dan
menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, memori dan pengalaman.
Padahal sudah hampir semua sekolah sudah memiliki Perpustakaan sebagai sumber
buku yang baik, tapi apa jadinya malah perpustakaan sengat lah sepi rindu akan
kedatangan Siswa/I. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya,
baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuaan maupun untuk mempelajari berbagai
disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.

Namun
berdasarkan hasil survey yang kami lakukan dalam meneliti minat baca di SMK
Assisi yang masih di kategorikan rendah sehingga masalah yang serius ini harus
dapat diatasi dan diselesaikan bersama, dengan memberikan pembinaan lebih
kepada siswa/i.

     B.    
Pembatasan
Masalah.

Suatu
masalah akan terarah jika pembahasan tersebut hanya membahas satu topic dan
tidak menyinggung topic yang lain dari pada topic inti. Permasalahan yang jelas
batasnya akan melakukan penelitian semakin mendalam hal ini mendalami pendapat
Ita Dwaita Lantari. Kami membatasi masalah hanya yang mengandung topic tentang
Rendahnya Minat Membaca siswa/I.

     C.   
Perumusan
Masalah.

Guna
untuk ingin mencapai penelitian ini, maka kami membuat sebuah perumusan masalah
secara umum dan luas yang dipakai sebagai penelitian. Oleh karena itu masalah
perlu memenuhi syarat-syarat agar perumusan masalah sesuai dengan topik yang di
bahas. Maka dari situ berdasarkan  latar
belakang yang sebelumnya telah kami buat, kami dapat merumuskan masalah-masalah
yang mempengaruhi minat baca, maka kami merumuskan sebuah pertanyaan sebagai
berikut :

           1.      Mengapa
minat baca siswa/I semakin rendah?

           2.      Apa
yang menjadi Faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca?

           3.      Bagaimana
upaya meningkatkan minat membaca?

           4.      Mengapa
dari tahun ke tahun pengunjungan perpustakaan semakin rendah?

           5.      Bagaimanakah
perpustakaan yang baik itu?


           6.    Apakah
faktor kelengkapan sarana dan prasarana dalam Perpustakaan dapat menjadi pemicu
dalam kegiatan membaca?



           7.      Apakah
ada pengaruh minat baca Siswa/I terhadap perkembangan Tekhnologi?


           8.      Apa
yang menjadi permasalahan utama jika niat membaca di hilangkan?


     D.   
Tujuan
Penelitian.

Suatu
masalah yang dianggap penting untuk segera diselesaikan, masalah yang mendasari
tentang hal minat membaca yang semakin rendah di tanah air kita harus
secepatnya diselesaikan. Berdasarkan perumusan masalah yang kami buat oleh
karena itu kami juga membuat sebuah Tujuan dari Penelitian ini adalah sebagai
berikut :

        1.      Untuk
mengetahui minat baca siswa/I.

        2.      Untuk
mempengaruhi factor-faktor yang mempengaruhi Minat baca.

        3.      Untuk
mengetahui hal-hal apa saja yang perlu di perhatikan untuk meningkatkan minat
baca.

        4.      Hanya
untuk mengetahui perkembang siswa/I terhadap membaca.

        5.      Manfaat
dari membaca di perpustakaan.

        6.      Untuk
mengetahui upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan minat belajar siswa.

        7.      Metode
yang dilakukan delam kesadaran dan niat membaca yang kuat.

        8.      Apa
yang mempengaruhi niat dalam membaca.

        9.      Upaya
yang dilakukan untuk meningkatkan niat membaca.

     E.    
Manfaat
Penelitian.

Suatu
penelitian haruslah mempunyai manfaat baik untuk pribadi maupun kelompok,
adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

         1.      Dapat
digunakan sebagai pegangan bagi peneliti.

         2.      Dapat
digunakan sebagai sumbangan pikiran untuk meningkatkan minat baca.


         3.      Daapt
digunakan sebagai sumbangan pikiran bagi dunia pendidikan khususnya Bidang
studi Bahasa Indonesia.


     F.    
Anggapan
Dasar.

Setelah
kami melakukan penelitian sekilas tentang minat baca siswa/I yang ada di SMK
Assisi masih dikategorikan rendah, ini terbukti ketika kami melakukan observasi
dan penelitian terhadap saran abaca-membaca atau perpustakaan yang masih kosong
bahkan tidak ada sama sekali siswa/I yang berniat untuk membaca dan meminjam
buku di perpustakaan. Oleh karena itu kami beranggapan bahwa niat baca di SMK
Assisi masih rendah. 



BAB II

LANDASAN
TEORITIS

     A.    Apa Pengertian Minat.

Minat adalah suatu rasa kenginan
seseorang untuk melakukan tindakan yang berdasarkan dorongan dari hatinya untuk
melakukan hal tersebut.

     B.    
Apa
Pengertian Membaca.

Membaca adalah  melakukan kegiatan baca untuk mendapatkan
suatu informasi, suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan memperluas
cakrawala kita.

     C.   
Apa
Pengertian Berkurangnya Minat Membaca.

Berkurangnya
Minat Membaca adalah menurunya kegiatan pencarian informasi dan wawasan dengan
cara membaca.


BAB III

METODE
PENELITIAN

     A.   
Lokasi
Penelitian.

Lokasi
penelitian yang kami lakukan adalah Sekolah SMK Assisi yang beralamatkan di
Jln. Asahan Km. 6 Pematang Siantar. Lokasi penelitian ini berdasarkan pada fakta
bahwa SMK Assisi adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang sangat minim minat
bacanya

     B.    
Populasi
Dan Sampel.

Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/I Kelas XII SMK Assisi Pematang
Siantar Kabupaten Simalungun Tahun Ajaran 2009/2010 yang terdiri dari XII AK
(38), XII AP (34), XII RPL ( 38), maka jumlah keseluruhannya adalah 110 orang.
Untuk menentukan jumlah sampel didalam
penelitian ini Penulis berpedoman dengan pendapat Winarno dengan besarnya
sampel tidak boleh kurang dari 10% dan populasi di bawah 100 orang maka sampel
50%....(Lihat artikel selengkapnya dengan Klik link Download di atas...).

Add a comment
 


 
     

 

     
 
Blog Copy © 2012