Apa jadinya bila manusia tak pernah menemukan kain untuk pakaian? Mungkin, saat ini manusia masih menggunakan daun, kulit binatang, atau lainnya untuk dijadikan penutup badan. Begitu juga bila tak ditemukan mesin jahit. Mungkin hingga kini pakaian atau kain tidak akan pernah rapih dan kuat.
Contoh mesin jahit lama
Tahun 1755, Charles Weisenthal, asal Jerman yang tinggal di Inggris, mematenkan jarum untuk sebuah mesin. Tahun 1790, Thomas Saint mematenkan mesin jahit. Tahun 1810, Blathasar Krems menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi. Tahun 1818, John Adam Doge dan John Knowles dari Amerika membuat mesin jahit namun gagal berfungsi untuk menjahit kain.Tahun 1830, Bartelemy Thimonier menciptakan mesin jahit yang bisa berfungsi dengan baik, yakni menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait, seperti border atau sulam. Puncaknya mesin jahit ditemukan dan berhasil dibuat oleh Elias Howe dari Amerika Serikat sekitar tahun 1845. Banyaknya penemuan ini membuat para penemu saling klaim sebagai penemu pertama. Mereka pun sibuk mematenkan karyanya. Padahal, puluhan abad silam, tepatnya sekitar tahun 4500-4188 SM, Nabi Idris AS telah mempelopori cara menjahit pakaian. Artinya, Nabi Idris pula yang sebelumnya menggunakan pakaian berjahit hasil karyanya. Sebelumnya banyak kaumnya yang menggunakan pakaian dari bulu atau kulit binatang. Beberapa abad kemudian Nabi Daud AS mengajari umat manusia untuk membuat pakaian yang terbuat dari besi sebagai perisai diri. Ini dilakukan sekitar tahun 1041-971 SM, jauh sebelum para ahli penemu mesin jahit dan jarum itu berdebat tentang hasil temuan mereka.
|