<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
				  >
<channel>
<title>Blog Copy / jokoadrianto.blogspot.com</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com</link>
<description><![CDATA[Copies from jokoadrianto.blogspot.com]]></description>
<image><title>BlogCopy RSS Feed</title>
<link>http://blogcopy.com</link>
<url>http://blogcopy.com/int/fpix.php?bd=ddy3</url>
</image>
<language>en-us</language>
<pubDate>Fri, 24 May 2013 16:52:18 +0000</pubDate>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l9fej</link>
<pubDate>Fri, 26 Oct 2012 18:35:37 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[www.zhaynuddin.com]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l9fej</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=ejudoy</link>
<pubDate>Fri, 26 Oct 2012 13:23:10 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Download game Pc Milioner Indonesia Gratis]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=ejudoy</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Trik Internet Gratis XL Operamini Handler 5.1.jar Terbaru 23,24,25 Juni 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4mlpbd</link>
<pubDate>Fri, 26 Oct 2012 09:30:30 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[APN: www.xlgprs.net<br />
Proxy: 217.212.230.034<br />
Port: 80<br />
Setting Opera Mini Handler :<br />
<br />
HTTP<br />
Server: http://g4-nerv1.opera-mini.net:80/<br />
Socket Server: socket://onewayz.blogspot.com:1080<br />
Remove Port: Centang<br />
Use Proxy: HTTP<br />
Proxy Server: goklik.co.id]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4mlpbd</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=ejstxg</link>
<pubDate>Fri, 26 Oct 2012 01:13:41 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://s05.flagcounter.com/count/e0b/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=1/maxflags=12/viewers=0/labels=1/pageviews=1/]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=ejstxg</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l5h6j</link>
<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 15:35:14 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://s05.flagcounter.com/count/e0b/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=1/maxflags=12/viewers=0/labels=1/pageviews=1/]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l5h6j</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=2yzq9t</link>
<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 13:49:28 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[free download plant vs zombie 2 terbaru 2012]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=2yzq9t</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=b8ofr3</link>
<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 13:41:26 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Download Game Pc Yu-Gi-Oh Power Of Chaos]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=b8ofr3</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Trik Internet Gratis XL Operamini Handler 5.1.jar Terbaru 23,24,25 Juni 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4mhtqd</link>
<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 06:14:20 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Untuk Settingan HP sobat buat seperti di bawah ini :<br />
APN: www.xlgprs.net<br />
Proxy: 217.212.230.034<br />
Port: 80<br />
Setting Opera Mini Handler :<br />
<br />
HTTP<br />
Server: http://g4-nerv1.opera-mini.net:80/<br />
Socket Server: socket://onewayz.blogspot.com:1080<br />
Remove Port: Centang<br />
Use Proxy: HTTP<br />
Proxy Server: goklik.co.id]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4mhtqd</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Askep Diabetes Mellitus / DM Terlengkap dan Terbaru 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l3941</link>
<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 02:23:05 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[G. Penatalaksanaan Medis<br />
Tujuan utama untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya <br />
komplikasi akut dan kronis. Jika pasien berhasil mengatasi <br />
diabetesnya,ia akan terhindar dari hiperglikemia dan hipoglikemia.<br />
Penatalaksanaan medis pada pasien diabetes mellitus tergantung pada <br />
ketepatan interaksi tiga faktor:<br />
&#61607; Aktivitas fisik<br />
&#61607; Diit<br />
&#61607; Intervensi farmakologi dengan preparat hipoglikemik oral atau insulin.<br />
Intervensi yang direncanakan untuk diabetes harus individual, harus <br />
berdasarkan pada tujuan, usia, gaya hidup, kebutuhan nutrisi, maturasi, <br />
tingkat aktivitas, pekerjaan, tipe diabetes pasien dan kemampuan untuk <br />
secara mandiri melakukan ketrampilan yang dibutuhkan oleh rencana <br />
penatalaksanaan.<br />
Tujuan awal untuk pasien yang baru didiagnosa diabetes atau pasien <br />
dengan kontrol buruk diabetes harus difokuskan pada yang berikut ini:<br />
&#61607; Elminasi ketosis, jika terdapat<br />
&#61607; Pencapaian berat badan yang diinginkan<br />
&#61607; Pencegahan manifestasi hiperglikemia<br />
&#61607; Pemeliharaan kesejahteraan psikososial<br />
&#61607; Pemeliharaan toleransi latihan<br />
&#61607; Pencegahan hipoglikemia<br />
Pengelolaan Hipoglikemia:<br />
a. Stadium permulaan (sadar):<br />
&#61692; Berikan gula murni 30 gram (2 sendok makan) atau sirop/ permen <br />
gulamurni (bukan pemanis pengganti gula atau gula diet/ gula diabetes) <br />
dan makanan yang pengandung hidrat arang<br />
&#61692; Stop obat hipoglikemik sementara, periksa glukosa darah sewaktu<br />
b. Stadium lanjut (koma hipoglikemia):<br />
&#61692; Penanganan harus cepat<br />
&#61692; Berikan larutan dekstrosa 40% sebanyak 2 flakon melalui vena setiap <br />
glukosa darah dalam nilai normal atau di atas normal disertai pemantauan<br />
 glukosa darah<br />
&#61692; Bila hipoglikemia belum teratasi, berikan anatagonis insulin seperti: <br />
adrenalin, kortison dosis tinggi, atau glukagon 1 mg intravena/ <br />
intramuskular<br />
&#61692; Pemantauan kadar glukosa darah.<br />
<br />
I. Komplikasi<br />
a. Akut<br />
&#61607; Koma hipoglikemia<br />
&#61607; Ketoasidosis<br />
&#61607; Koma hiperosmolar nonketotik<br />
b. Kronik<br />
&#61607; Makroangiopati, menegnai pembuluh darah besar, pembukluh darah <br />
jantung, pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak<br />
&#61607; Mikroangiopati, mengenaipembuluh darah kecil, retino diabetik, <br />
nefropati diabetik<br />
&#61607; Neuropati diabetik<br />
&#61607; Rentan infeksi, seperti tuberculosis paru, gingivitas, dan infeksi <br />
saluran kemih<br />
&#61607; Kaki diabetik.&#160;]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l3941</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g77149</link>
<pubDate>Wed, 24 Oct 2012 16:05:14 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[www.zhaynuddin.com]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g77149</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Dokument Perencanaan Pembangunan Peternakan Itik Bayang di Kec. Sungai Pagu Kab. Solok Selatan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l04ej</link>
<pubDate>Wed, 24 Oct 2012 09:13:39 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Dokument Perencanaan Pembangunan Peternakan Itik Bayang di Kec. Sungai Pagu Kab. Solok Selatan<br />
<br />
<br />
<br />
Published : <br />
7:58 AM<br />
<br />
<br />
Author : <br />
<br />
<br />
Joko Adrianto<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
PENDAHULUAN&#160;Pengembangan peternakan diarahkan untuk mewujudkan kondisi peternakan yang maju, efisien dan tangguh yang dicirikan oleh kemampuannya menyesuaikan pola dan struktur produksi dengan permintaan pasar serta kemampuannya terhadap pembangunan wilayah, kesempatan kerja, pendapatan, perbaikan taraf hidup, perbaikan lingkungan hidup serta berperan dalam pertumbuhan ekonomi.Perkembangan usaha peternakan unggas di Indonesia relatif lebih maju dibandingkan usaha ternak yang lain.  Hal ini tercermin dari kontribusinya yang cukup luas dalam memperluas lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan terutama sekali dalam pemenuhan kebutuhan makanan bernilai gizi tinggi.Salah satu usaha perunggasan yang cukup berkembang di Indonesia adalah usaha ternak itik.  Meskipun tidak sepopuler ternak ayam, itik mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur dan daging.  Jika dibandingkan dengan ternak unggas yang lain, ternak itik mempunyai kelebihan diantaranya adalah memiliki daya tahan terhadap penyakit.  Oleh karena itu usaha ternak itik memiliki resiko yang relatif lebih kecil, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. itik merupakan salah satu aset nasional dan sekaligus komoditas yang bisa diandalkan sebagai sumber gizi dan sumber pendapatan masyarakat.&#160;IDENTIFIKASI MASALAH&#160;Tata Laksana pemeliharaan : &#160;&#160;&#160;&#160;Sistem pemeliharaanSistem pemeliharaan masih berbentuk tradiosional, dimana ternak itik masih di gembala ke persawahan.PenyakitPengetahuan peternak terhadap pengendalian dan pencegahan penyakit masih sedikit. Dan masih menggunakan obat-obatan tradisional.PakanUntuk pakan peternak  biasanya menggunakan pakan alami yaitu dengan menggunakan Hasil Sampingan dari lahan pertanian yang ada disekitar daerah tersebut. Belum adanya pakan tambahan yang diberikan.Teknologi belum terpakaiUntuk hasil produksi belum terkelola dengan baik sehingga akan mengurangi nilai ekonomis dari hasil peternakan itik tersebut.Potensi Wilayah LahanPada umumnya Peternakan memelihara ternak itik didaerah persawahan yang telah siap panen.PPLKurangnya pengawasan dan juga penyuluhan dari PPL membuat peternak kurang memahami cara pemeliharaan dengan baik.Sumber Daya ManusiaKebanyakan peternak tidak mempunyai ilmu di bidang peternakan.PemasaranPasarPeternak menjual hasil prosduksi ternak ke toko-toko kecil atau warung yang dekat disekitar tempat tinggalnya.HargaHarga yang sangat murah membuat peternak menjadikan ini sebagai usaha sampingan. Selain harga tradisi membuat pedapatan dari ternak menjadi berkurang.TUJUAN, VISI DAN MISI&#160;Pembangunan peternakan dan kesehatan hewan merupakan bagian integral dari pembangunan pertanian yang mengacu pula pada Pembangunan Nasional. Dalam rangka memudahkan pencapaian sasaran serta operasional pembangunan pembangunan disusun Rencana Strategik.VISI :Terwujudnya kesejahteraan peternak dan pemenuhan konsumsi protein hewani masyarakat melalui peningkatan produk peternakan yang aman.MISI :Meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat peternak melalui kelembagaan yang tangguh dengan berperan aktif dalam merubah pola usaha tradisional menjadi pola usaha berorientasi bisnis;Mengembangkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi komoditas peternakan dan pengamanan ternak;Menggunakan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan didukung pembinaan berkelanjutan;Mengembangkan produk-produk unggulan yang berdaya saing menghadapi pasar global;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;TUJUANMeningkatkan kuantitas dan kualitas bibit ternak;Mengembangkan usaha budidaya untuk meningkatkan populasi, produktivitas dan produksi ternak;Meningkatkan dan mempertahankan status kesehatan hewan;Meningkatkan jaminan keamanan pangan;Meningkatnya kemampuan petani menghasilkan komoditas sumberdaya lokal berdaya saing tinggi;Ketersediaan pangan hewani di Kab. Solok Selatan dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas bibit ternak serta meningkatnya populasi, produksi dan prduktifitas ternak.Terkendalinya penyakit hewan menular dengan meningkatkan dan mempertahankan status kesehatan hewan;Terwujudnya perlindungan masyarakat dengan meningkatnya jaminan keamanan pangan hewani yang ASUH;Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap protein yang berasal dari ternak;Terwujudnya Pelayanan Prima pada masyarakat peternakan.&#160;STRATEGI DAN KEBIJAKANStrategi keberhasilan organisasi dalam menjalankan program yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan adalah :Ketrampilan dari Sumberdaya Manusia yang siap pakai;Sinkronisasi dan simplifikasi program kerja dan faktor pendukungnya;Kekuatan dan kesadaran hukum dan keadilan bagi pengguna maupun penyedia program;Koordinasi dan kerjasama kelembagaan yang berkesinambungan antar instansi terkait;Mempunyai daya tarik terhadap investor untuk menanamkan modalnya;Digunakannya teknologi tepat guna yang menghasilkan efisiensi daan efektifitas produksi;Terciptanya kepastian pemasaran produk peternakan;Intensifnya pemasaran produk lokal dan regional;Tersedianya lembaga keuangan yang mampu membiayai investaasi yang dibutuhkan;Terdapatnya potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan yang mempunyai niali ekonomi tinggi yang masih belum termanfaatkan;Tersedianya potensi Agribisnis yang cukup meninjol di Kab. Solok Selatan;Tersedianya Potensi dan Kemampuan industri bidang peternakan yang cukup besar.						&#160;Keadaan Responden&#160;Sebagian besar responden berada pada usia produktif. Usia berpengaruh terhadap kemampuan fisik dalam bekerja. Usia 20-56 tahun termasuk dalam usia produktif, pada usia ini kemampuan fisiknya lebih baik dari pada usia non produktif (&gt;56 tahun) sehingga akan lebih mendukung keberhasilan dalam usaha  peternakan. kemampuan kerja seseorang di pengaruhi oleh umur, pendidikan, keterampilan, pengalaman, kesehatan dan faktor alam. Usia produktif sangat penting bagi pelaksanaan usaha karena pada usia ini peternak mampu mengkoordinasi dan mengambil langkah yang efektif. Tingkat pendidikan yang dimiliki peternak mempunyai kecenderungan menentukan dalam penerapan teknologi pertanian. Bibit itik yang dipelihara oleh peternak adalah jenis itik Bayang. Bibit tersebut diperoleh dengan cara membeli dari peternak pembibit di Kecamatan  Sungai Pagu. Pada umumnya para peternak membeli bibit berupa itik siap bertelur (bayah) dengan harga Rp. 31.000 s/d Rp. 33.000 per ekor. Sistem perkandangan dalam pemeliharaan itik yang dilakukan oleh peternak sebagian besar menggunakan sistem kandang terbuka dengan lantai tanah. Kandang sistem ini bertujuan agar memudahkan sirkulasi atau pertukaran udara. Posisi kandang itik di lokasi penelitian pada umumnya tidak memperhatikan arah kandang, karena biasanya kandang tersebut berada dibelakang rumah atau diantara rumah. 				&#160;Produktivitas Ternak Dan Pemasaran Produk.&#160;Jumlah ternak itik yang dipelihara peternak itik di Kecamatan Sungai Pagu berkisar antara 50 hingga 520 ekor, dengan rata-rata pemilikan sebesar 231 ekor. Produksi telur yang dicapai rata-rata sebesar 4.010 butir per bulan, sehingga setiap ekor itik rata-rata hanya mampu menghasilkan telur sebanyak 208 butir per tahun.Dari angka tersebut rata-rata Hen (duck) day production yang dicapai sebesar 57,18%.  Tingkat produksi yang dicapai ini berada pada range angka yang diungkapkan Bharoto (2001), yang menyatakan bahwa pada umumnya dengan pola pemeliharaan semi intensif itik mampu berproduksi 203&#8211;232 butir/ekor/tahun.Peternak itik di Kecamatan Sungai Pagu tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya. Pada umumnya peternak itik menjual produksinya kepada pedagang pengumpul yang secara rutin mendatangi peternak, sehingga peternak tidak perlu repot mencari konsumen. Pola pemasaran semacam ini menguntungkan bagi peternak, karena mereka bisa berkonsentrasi penuh dalam pengelolaan kegiatan produksi.  Harga jual telur itik berfluktuasi berkisar antara Rp 1000 &#8211; Rp 1200 per butir.&#160;Biaya Produksi&#160;Biaya produksi dalam usaha ternak itik terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya produksi rata-rata tiap peternak sebesar Rp. 1.699.308,84 per bulan. Biaya tetap yang dikeluarkan sebesar  Rp. 227.315,50 per bulan dan biaya variabel yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.471.993,34 per bulan. Keadaan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peternak itik di Kecamatan Sungai Pagu dalam pengelolaannya sudah banyak yang menggunakan sistem intensif.&#160;Penerimaan dan Pendapatan Usaha&#160;Penerimaan usaha ternak itik di Kecamatan Sungai Pagu berasal dari penjualan telur itik saja karena itik yang dipelihara peternak masih produktif.  Harga jual telur itik berkisar antara Rp 1000,00 s/d Rp 1200,00 per butir. Penerimaan rata-rata yang diperoleh peternak sebesar Rp. 3.443.693,62 / bulan.Pendapatan merupakan selisih antara nilai penerimaan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi. Pendapatan rata-rata yang diperoleh peternak selama satu bulan sebesar Rp 1.744.384,78. Dengan rata-rata pemilikan ternak sebesar 231 ekor, maka setiap ekor ternak itik yang dipelihara mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp 7.551,45 / bulan. Untuk mengetahui kemampuan usaha ternak itik  dalam memperoleh laba (profitabilitas), digunakan perhitungan Gross Profit Margin (GPM),&#160;&#160;&#160;&#160;Return on Investmen (ROI) dan rasio laba-biaya.  Besarnya nilai GPM, ROI dan Rasio Laba- Biaya usaha ternak itik dapat dilihat dibawah ini.&#160;&#160;Indikator ProfitabilitasGross Profit Margin (GPM) 				Return on Investmen (ROI) 				Rasio Laba-Biaya&#160;Nilai Rata-rata49,6%226,3%100,8%Nilai GPM sebesar 49,6% artinya 49,6% dari nilai total penjualan adalah laba yang diperoleh. Nilai ROI sebesar 226,3% menunjukkan bahwa kemampuan investasi menghasilkan laba sebesar 226,3%. Sedangkan nilai Rasio Laba-Biaya sebesar 100,8% mempunyai arti bahwa biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan laba sebesar 100,8%.  Usaha dinyatakan profitabel apabila nilai ROI dan Rasio Laba-Biaya melebihi nilai tingkat bunga berlaku.  Dengan melihat tingkat suku bunga yang berlaku saat pengukuran sebesar 6,25% hingga 12%, maka angka yang ditunjukkan oleh beberapa indicator profitabilitas menunjukkan bahwa usaha ternak itik di Kecamatan Sungai Pagu mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan laba atau dengan kata lain profitabel. Oleh karenanya layak untuk dikembangkan sebagai alternative usaha untuk menopang pendapatan keluarga.  Dengan demikian Usaha ternak itik di Kecamatan Sungai Pagu sangat prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9l04ej</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Filosofi, defenisi dan istilah penyuluhan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9kzjzj</link>
<pubDate>Wed, 24 Oct 2012 05:38:13 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[. Filosofi Penyuluhan<br />
Filosofi Penyuluhan Pertanian adalah menolong orang agar dapat menolong dirinya, keluarga dan masyarakatnya untuk menjadi yang lebih baik. Untuk itu penyuluhan pertanian merupakan proses pendidikan, proses demokrasi dan proses yang terus menerus yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=9kzjzj</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4mcaud</link>
<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 21:33:52 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Download game Pc Milioner Indonesia Gratis]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4mcaud</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Karakterisitik Media Penyuluhan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=ejiyuy</link>
<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 13:52:24 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Media Audio / videoKarakteristik umum:&#183; Dapat digunakan oleh perorangan atau kelompok&#183; Memerlukan peralatan&#183; Memungkinkan penayangan suatu demontrasi , gerakan dan warna&#183; Beberapa indera bias terlibat]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=ejiyuy</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Karakterisitik Media Penyuluhan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g72b49</link>
<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 13:51:43 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Media antar peroranganKarateristik umum:&#183; Biasanya diperlukan untuk merubah sikap atau perilaku&#183; Mempunyai pengaruh besar terhadap sedikit orang&#183; Memungkinkan adanya pertanyaan dan umpan balik]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g72b49</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Karakterisitik Media Penyuluhan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g72b1r</link>
<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 13:51:15 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Media masaKarateristik umum:&#183; Menjangkau banyak orang, tetapi tingkat pengaruhnya rendah&#183; Menjangkau khalayak baru dan hanya sebatas pada tingkat kesadaran&#183; Bertujuan untuk memperkenalkan program atau pesan diwilayah tertentu]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g72b1r</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Karakterisitik Media Penyuluhan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=cvzlue</link>
<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 13:49:52 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[KARAKTERISTIK MEDIA PENYULUHANDisusun oleh :Joko AdriantoMahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas 2007]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=cvzlue</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Karakterisitik Media Penyuluhan</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=69pumo</link>
<pubDate>Mon, 22 Oct 2012 13:26:34 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Berdasarkan jumlah sasaran menurut Darmawan dkk. (2005), dibadakan menjadi media masa dan media antar perorangan. Lebih terinci lagi media dikelompokan berdasarkan bentuknya menurut Soeharto,N.P. (2005), menjadi :Media penyuluhan cetakMedia penyuluhan audioMedia penyuluhan Audio-VisualMedia penyluhan obyek fisikAdapun kelebihan dan kekurangan media tersebut adalah sebagai berikut:Media masaKarateristik umum:&#183; Menjangkau banyak orang, tetapi tingkat pengaruhnya rendah&#183; Menjangkau khalayak baru dan hanya sebatas pada tingkat kesadaran&#183; Bertujuan untuk memperkenalkan program atau pesan diwilayah tertentuMedia CetakKelebihanKelemahanCetakan umumnya dianggap tidak memihakDapat dibaca dan dipelajari sewaktu-waktuSebagai pelengkap metode penyuluhan yang lainInformasinya lebih spisifik, runtut dan mudah dipahamiDpt mendorong adopsi dgn biaya rendahDpt diberikan kpd yg minta informasiBila utk khalayak berpendidikan terbatas, harus dirancang khusus, distribusi sulit dan mahalHarus sering direvisi seiring perubahan kondisiInformasi yg disamaratakan, kurang sesuai dgn kondisi localTidak ada kontak socialSurat KabarKelebihanKelemahanMenjangkau khalayak banyakUmumnya dipercaya, bergengsi dan murahDapat menyajikan informasi tepat waktuSatu rangkaian cerita mengenai topic yang sama selama beberapa hari dapat lebih menyakinkan pembaca mengenai suatu rekomendasiTidak berguna bagi khalayak yang buta huruf atau tidak membaca surat kabarDiperlukan ketrampilan khusus utk menulis cerita yg baik.Penyutingan oleh redaksi dpt menurunkan nilai yg disampaikanSukar untuk dievaluasi mengenai efektivitasnyaRadioKelebihanKelemahanJangkauan lebih luas dibanding sebelumnyaSangat sesuai untuk informasi mengenai keadaan darurat yg harus disampaikan dlm waktu tertentuRelatif murah, menjangkau org yang sedikit atau sama sekali tidak bias membacaMemperkuat pesan yg telah disampaikan oleh media lainMemungkinkan untuk menciptakan khalayak besar dengan serangkaian siaranKhalayak bisa sambil beraktivitas dlm mendengarkan radioFasilitas siaran hanya tersedia di kota besarPenyiaran dikendalikan oleh pemerintahWaktu penyiaran mungkin kurang sesuai.Penyampaian pesan kurang dapat bersaing dengan siaran hiburanTidak ada jaminan bahwa pesan akan didengar dan diperhatikanKurang sesuai untuk menyampaikan informasi teknis yang rumitSukar dievaluasiTelevisiKelebihanKelemahanGambar meningkatkan efektivitas audioMenjangkau banyak orang yang tidak mau atau kurang sempat menghadiri pertemuanGambar bergerak dapat memperagakan suatu teknikSuatu proses panjang dapat disingkat menjadi beberapa saat sajaSaluran local tersedia dibeberapa lokasiHarus menghadapi persaingan sengit dgn siaran hiburanMemerlukan mutu tinggi agar berdampakBiaya produksi tinggi, banyak orang yang belum memiliki tv di desa terpencilProgram harus berjalan cepat, sehingga sulit mendalami suatu topicTidak ada jaminan khalayak menonton siaranSulit dievaluasi dampaknyaKetidak sesuaian waktu siaranPameran, papan peragaanKelebihanKelemahanBiasanya pameran banyak dikunjungi orangPengamat akan mengingat pesan dan institusi yang ikut pameranDapat disesuaikan dengan khalayak localDapat mengarahkan khalayak untuk belajar lebih lanjutKhalayak hanya kagum, tapi sulit untuk mengadopsiSebagian besar pengujung dating mencari hiburan bukan informasiSulit dievaluasi dampaknyaMedia antar peroranganKarateristik umum:&#183; Biasanya diperlukan untuk merubah sikap atau perilaku&#183; Mempunyai pengaruh besar terhadap sedikit orang&#183; Memungkinkan adanya pertanyaan dan umpan balikPertemuanKelebihanKekelemahanDapat disesuai untuk setiap topicMengakomodasi kebutuhan manusia untuk kontak socialMemungkinkan dilakukan demontrasi dan pengajuan pertanyaanMemungkinkan timbulnya interaksiEvaluasi tidak sulit, dapat segera memperoleh umpan balikLatar belakang khalayak yang heterogen tidak mudah untuk menciptakan suasana yng kondusifTempat pertemuan belum tentu menciptakan Susana belajar mengajar yang efektifMemerlukan kerja ekstra untuk persiapan tempat dan saranaTidak hemat biaya bila peserta sedikitKonsultasi peroranganKelebihanKelemahanBiasanya metode belajar mengajar yang paling efektifTingkat umpan balik dan komunikasi maksimalInformasi disesuaikan kebutuhan peroranganSangat mahal dari segi waktu yang diperlukan fasilitatorJumlah khalayak yang dijangkau sedikitFasilitator harus terus siap melayani khalayakMedia Audio / videoKarakteristik umum:&#183; Dapat digunakan oleh perorangan atau kelompok&#183; Memerlukan peralatan&#183; Memungkinkan penayangan suatu demontrasi , gerakan dan warna&#183; Beberapa indera bias terlibatKaset AudioKelebihanKelemahanBiaya rendah dibanding dengan videoDapat digunakan sesuai dengan waktu yang diinginkanKeuntungan sama dengan kaset video bila disertai dengan media cetakMudah di gandakanBanyak khalayak yang mempunyai alat pemutar kasetTidak ada komponen VisualTidak ada kesempatan mengajukan pertanyaanKapasitas terbatasKaset VideoKelebihanKelemahanDapat digunakan sesuai dengan keinginanKapasitas khalayak mencapai 20 orangDapat melengkapi presentasi yang dilakukan oleh fasilitatorGambar bergerak dapat digunakan untuk menunjukan suatu teknikProses panjang dapat disingkat kedalam beberapa menit sajaDapat untuk mendemontrasikan suatu teknik untuk melengkapi audioSesuai untuk digunakan kalau diperlukan adanya warna gerakanMenggunakan lebih dari sattu indera sehingga meningkatkan daya ingatKaset harus dipinjamkan dan dikembalikanMemerlukan VCR, TV dan listrikPesan harus dikemas dengan cara cukup menghibur untuk menarik perhatian khalayakDiperlukan ketrampilan produksi video dan kreativitasBiaya produksi lebih mahalPenggunaan untuk kelompok memerlukan kehadiran seorang fasilitator]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=69pumo</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=2ym9et</link>
<pubDate>Mon, 22 Oct 2012 09:37:07 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[www.zhaynuddin.com]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=2ym9et</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Download Games PC Milioner Indonesia Gratis terbaru Agustus 2012</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g6wy79</link>
<pubDate>Mon, 22 Oct 2012 09:07:54 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[www.zhaynuddin.com]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=g6wy79</guid>
</item>
<item>
<title>Future Generation: Pengertian Penyuluhan Pertanian</title>
<link>http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4m5ajv</link>
<pubDate>Mon, 22 Oct 2012 07:56:27 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Pengertian Penyuluhan Pertanian<br />
<br />
<br />
<br />
Published : <br />
9:26 PM<br />
<br />
<br />
Author : <br />
<br />
<br />
Joko Adrianto<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Penyuluhan dalam arti umum merupakan suatu ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu dan masyarakat agar dengan terwujudnya perubahan tersebut dapat tercapai apa yang diharapkan sesuai dengan pola atau rencananya. Penyuluhan dengan demikian merupakan suatu sistem pendidikan yang bersifat non formal atau suatu sistem pendidikan diluar sistem persekolahan yang biasa, dimana orang ditunjukkan cara-cara mencapai sesuatu dengan memuaskan sambil orang itu tetap mengerjakannya sendiri, jadi belajar dengan mengerjakan sendiri (Kartasapoetra, 1991).Metode penyuluhan menurut hubungan penyuluhan dan sasarannya berdasarkan hubungan penyuluhan kesasarannya, metode penyuluhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu :  a. Komunikasi langsung, baik melalui percakapan tatap muka atau lewat media tertentu (telepon, faksimili) yang memungkinkan penyuluhan dapat berkomunikasi secara langsung (memperoleh respons) dari sasarannya dalam waktu yang relatif singkat.b. Komunikasi tak langsung, baik lewat perantara orang lain, lewat surat atau media yang lain yang tidak memungkinkan penyuluh dapat menerima respon dari sasarannya dalam waktu yang relatif singkat (Mardikanto, 1994).Berbagai pengamatan menunjukkan bahwa penyuluhan baik Penyuluhan Pertanian Spesialis (PPS) maupun Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) belum mendapatkan informasi hasil penelitian yang mereka perlukan secara kesinambungan. PPS yang sebagian dari tugasnya diharuskan untuk melatih PPL secara teratur merasakan kurangnya informasi hasil penelitian untuk mendukung kegiatan itu yang akhirnya berlanjut kepada kurang efektifnya latihan dan kunjungan PPL ke petani. Penelitian sering pula dinilai kurang efektif karena tidak langsung berkaitan dengan masalah lapangan yang dihadapi oleh petani dan penyuluh. Peneliti kurang menerima umpan balik yang mereka perlukan untuk menyusun program penelitian, kondisi ini secara jelas memperlihatkan belum memadainya keterkaitan antara penelitian dan penyuluhan (Anonim, 1992).Didalam kenyataannya, kualifikasi penyuluhan tidak cukup hanya dengan memenuhi persyaratan keterampilan sikap dan pengetahuan saja, tetapi keadaan atau latar belakang sosial budaya, bahasa, agama, kebiasaan-kebiasaan. Seringkali justru lebih banyak menentukan keberhasilan penyuluhan yang dilakukan. Karena itu penyuluhan yang baik, sejauh mungkin harus memiliki latar belakang sosial budaya yang sesuai dengan keadaan seorang penyuluh akan bertugas di wilayah kerja yang memiliki kesenjangan sosial budaya yang telah dimilikinya (Mardikanto, 1994).Ragam materi yang perlu disiapkan dalam setiap kegiatan penyuluhan mencakup :1. Kebijakan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan pertanian (baik dari tingkat pusat maupun sampai di tingkat lokalitis), seperti pola kebijakan umum pembangunan pertanian, kebijakan harga dasar atau penyaluran kredit.2. Hasil-hasil penelitian atau pengujian dan rekomendasi teknis yang dikeluarkan untuk instansi yang berwenang.3. Pengalaman petani yang telah berhasil.4. Informasi pasar seperti harga barang, penawaran dan permintaan(Mardikanto, 1994).Dalam bahasa Belanda digunakan kata &#8220;voorlichting&#8220; yang berarti memberi penerangan untuk menolong seseorang menemukan jalannya. Istilah ini digunakan pada masa kolonial bagi negara-negara jajahan Belanda, walaupun sebenarnya penyuluhan diperlukan oleh kedua pihak. Indonesia misalnya, mengikuti cara Belanda menggunakan kata penyuluhan, sedangkan Malaysia yang dipengaruhi bahasa Inggris menggunakan kata perkembangan. Bahasa Inggris dan Jerman masing-masing mengistilahkan sebagai pemberian saran atau beratung yang berarti seorang pakar dapat memberikan petunjuk kepada seseorang tersebut yang berhak untuk menentukan pilihannya (Van den Ban dan Hawkins, 1999).Kegiatan penyuluhan sebenarnya bukanlah sekedar penyampaian informasi dan menerangkan segala sesuatu yang perlu kita terangkan kepada masyarakat, akan tetapi penyuluhan bertujuan agar masyarakat benar-benar memahami, menghayati dan atas kesadarannya sendiri mau menerima, menerapkan dan melaksanakan sesuatu yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi, keluarga, dan masyarakatnya serta kemajuan bangsa dan negara. Dapat dikatakan, penyuluhan bukanlah kegiatan pengubahan perilaku melalui pemaksaan atau ancaman-ancaman, tetapi penyuluhan adalah upaya pengubahan perilaku melalui proses pendidikan, sehingga kegiatan penyuluhan sungguh tidak gampang, tetapi memerlukan ketekunan, kesabaran, menuntut banyak waktu, tenaga, biaya dan merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan (Anonim, 1991).Pada unit yang paling kecil di daerah pedesaan, pendekatan berdasarkan kelembagaan dalam proses adopsi inovasi adalah melalui lembaga yang disebut dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Di BPP ini ada sejumlah penyuluh pertanian, mereka merencanakan dan membuat programa penyuluhan, kemudian dituangkan dalam praktek, misalnya melalui Demonstrasi Plot (Demoplot), Demonstrasi Farm (Demfarm), Demonstrasi Area (Demarea), atau melalui cara lain. Selanjutnya oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pembantu-pembantunya ditingkat desa, yaitu para kelompok tani, maka informasi tersebut diteruskan kepara petani, apakah melalui cara kunjungan, rapat atau lainnya (Soekartawi, 1992).Dalam prakteknya penempatan penyuluh dapat diklasifikasikan sebagai berikut :1. Penyuluh lapangan yaitu seorang penyuluh ditempatkan di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP).2. Penyuluh tingkat kecamatan yang ditempatkan di Balai Penyluhan Pertanian (BPP).3. Penyuluh tingkat kabupaten yang ditempatkan di Dinas Lingkup Pertanian Dati II.4. Penyuluh tingkat provinsi yang ditempatkan di Dinas Lingkup Pertanian Dati I maupun Balai Informasi Pertanian.5. Penyuluh tingkat nasional yang ditempatkan di Badan Pengendalian Bimas(Suhardiyono, 1992).Salah satu unsur utama yang menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat adalah lemahnya komunikasi antara penyuluh dengan masyarakatnya, karena kurang adanya kontak pribadi yang disebabkan oleh :1. Bentuk komunikasi yang paling efektif adalah tatap muka.2. Kebutuhan serta kemampuan masyarakat bawah umumnya bersifat situasional dan bersifat individual (orang per orang).3. Semua kegiatan dan bantuan, cenderung diawasi oleh pemerintah atau penyedia sumber dana yang sering membatasi ruang gerak dan kelincahan penyuluh(Mardikanto, 1991).Sistem penyuluhan akan sangat tidak efektif bila terdapat kekurangan-kekurangan teknis seperti kurangnya informasi, dan teknologi yang memadai yang bisa disampaikan ke petani. Selain itu adanya kekurangan staf dan model penyuluhan menyangkut penyebaran informasi dan teknik penyampaian adalah contoh dari faktor penghambat kelancaran penyuluhan (Bayer et al, 1999).Pustaka (source/References) :Anonim. 1992. 5 Tahun Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Gaya Teknik Offset. Bogor.Anonim. 1991. Seminar dan Lokakarya Penyuluhan Pertanian. LP3M. Sukoharjo.Bayer, et al. 1999. Pertanian Masa Depan. Kanisius. Bandung.Kartasapoetra, A.G. 1991. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.Mardikanto, Totok. 1994. Persiapan dan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.Mardikanto, Totok. 1994. Dasar-dasar Teori Penyuluhan Pertanian. UNS Press. Surakarta.Mardikanto, Totok. 1994. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. UNS Press. Surakarta.Mardikanto, Totok. 1991. Komunikasi Pembangunan. UNS Press. Surakarta.Soekartawi. 1992. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. UI Press. Jakarta.Soehardiyono, L. 1992. Penyuluhan Petunjuk bagi Penyuluh Pertanian. Erlangga. Jakarta.Van den Ban, A.W dan Hawkins, H.S. 1999. Penyuluhan Pertanian. Kanisius. Yogjakarta.Translate By Google :Guidance in the general sense is a social science study the system and processes of change on individuals and society to the realization of these changes can be achieved what is expected according to the pattern or plan. Guidance is thus an education system that is non-formal or an education system outside the regular school system, where people are shown the ways to achieve something with satisfactory while the person still do it yourself, so learn to do yourself (Kartasapoetra, 1991).The method according to relationship counseling and counseling targeted based on the relationship kesasarannya extension, extension methods can be divided into 2 types namely:a. Direct communication, either through face-to-face conversation or through a particular medium (telephone, fax) that allows extension can communicate directly (get response) from the target in a relatively short time.b. Indirect communication, either through another intermediary, through a letter or other media that do not allow extension workers to receive a response from the target in a relatively short time (Mardikanto, 1994).These observations indicate that either counseling of Agricultural Extension Specialist (PPS) and the Agricultural Extension Officer (WMO) have not received the research information they need continuity. PPS is part of the job are required to train PPL regularly feel the lack of research information to support activities that ultimately it continues to lack of effective training and PPL&#8217;s visit to the farmers. Research often considered less effective because it is not directly related to field problems faced by farmers and extension workers. Researchers receive feedback about what they need to develop research programs, this condition has not clearly insufficient to show a link between research and extension (Anon, 1992).In fact, qualifying information is not enough just to meet the requirements of knowledge skills and attitudes, but circumstances or socio-cultural background, language, religion, habits. Often, more precisely determine the success of outreach done. Therefore, a good education, as far as possible should have a socio-cultural backgrounds in accordance with the state will charge an extension in the working area with a socio-cultural gap that has owned (Mardikanto, 1994).Variety of materials that need to be prepared in any counseling activities include:1. Policies and regulations relating to the implementation of agricultural development (both from the central level and reached the level of lokalitis), as a general pattern of agricultural development policies, pricing policies or credit basis.2. The results of research or testing and technical recommendations issued to the relevant authorities.3. The experience of farmers who have been successful.4. Market information such as price, supply and demand(Mardikanto, 1994).The Dutch used the word &#8220;voorlichting&#8221; which means to give information to help someone find a way. This term is used in the colonial period to the colonial countries the Netherlands, although the actual information needed by both parties. Indonesia for example, following the Dutch way of using the word extension, while Malaysia is influenced by the English use the word development. English and German respectively mengistilahkan as advisory or Beratung which means an expert can provide the clues to a person who is entitled to its choice (Van den Ban and Hawkins, 1999).Extension activities is not just to deliver information and explain everything we need to explain to the public, but intended to make public education truly understand, appreciate, and the consciousness itself willing to accept, adopt and implement the best thing to increase personal welfare, family, and society and the advancement of the nation and state. It may be said, counseling is not a behavior modification activities through coercion or threats, but the extension is an effort to change behavior through education, so that guidance was not easy, but requires persistence, patience, demanding much time, effort, cost and a job very exhausting (Anon, 1991).At the smallest units in rural areas, approaches based on institutional innovation in the adoption process is through the institution called the Center of Agricultural Extension (BPP). In the CPP have a number of agricultural extension, they plan and extension program, and then put into practice, for example through the Demonstration Plot (Demoplot), Demonstration Farm (Demfarm), Demonstration Area (Demarea), or through other means. Next by Agricultural Extension Officer (WMO) and his assistants the village level, namely the farmers&#8217; groups, then the information is forwarded kepara farmers, whether through visits, meetings or other (Soekartawi, 1992).In practice placement counselors can be classified as follows:1. Extension field is an extension placed on Agricultural Extension Work Area (WKPP).2. District level extension agents stationed in Central Penyluhan Agriculture (BPP).3. District-level extension workers stationed in the Department of Agriculture Scope Dati II.4. Provincial extension workers stationed in the Department of Agricultural Range province and Agricultural Information Center.5. National scout stationed in Management Agency Extension(Suhardiyono, 1992).One of the main elements that cause a lack of community participation is the weakness of communication between the instructor with the community, because of lack of personal contact caused by:1. Form the most effective communication is face to face.2. Needs and the general public&#8217;s ability to be situational and individual (one per person).3. All activities and assistance, tend supervised by the government or providers of financial resources often limit the extension movement and agility(Mardikanto, 1991).Extension system would be ineffective if there are technical deficiencies such as lack of information, and appropriate technology that can be delivered to the farmers. Besides the lack of extension staff and models concerning the dissemination of information and delivery techniques are examples of factors inhibiting the smooth extension (Bayer et al, 1999).]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~jokoadrianto.blogspot.com?copy=4m5ajv</guid>
</item>
</channel>
</rss>