Marco Blog
::::: Another World Of Me :::::
::::: :::::
Beranda
Tukar Link
Software Collection
Mobile Version
About Me
#gb{
position:fixed;
top:30px;
z-index: 1000;
}
* html #gb{position:relative;}
.gbtab{
height:100px;
width:30px;
float:left;
cursor:pointer;
background:url('http://img832.imageshack.us/img832/4290/tab2n.jpg') no-repeat;
}
.gbcontent{
float:left;
border:2px solid #000000;
background:#FFFFF;
padding:2px;
}
Total Page Views
51375
Looking For Something ?
didukung oleh
#uds-searchControl .gs-result .gs-title,
#uds-searchControl .gs-result .gs-title *,
#uds-searchControl .gsc-results .gsc-trailing-more-results,
#uds-searchControl .gsc-results .gsc-trailing-more-results * {
color:#00c;
}
#uds-searchControl .gs-result .gs-title a:visited,
#uds-searchControl .gs-result .gs-title a:visited * {
color:#00c;
}
#uds-searchControl .gs-relativePublishedDate,
#uds-searchControl .gs-publishedDate {
color: #6f6f6f;
}
#uds-searchControl .gs-result a.gs-visibleUrl,
#uds-searchControl .gs-result .gs-visibleUrl {
color: #00c;
}
#uds-searchControl .gsc-results {
border-color: #6f6f6f;
background-color: #fff;
}
#uds-searchControl .gsc-tabhActive {
border-color: #6f6f6f;
border-top-color: #6f6f6f;
background-color: #fff;
color: #000;
}
#uds-searchControl .gsc-tabhInactive {
border-color: #6f6f6f;
background-color: transparent;
color: #00c;
}
#uds-searchClearResults {
border-color: #6f6f6f;
}
#uds-searchClearResults:hover {
border-color: #6f6f6f;
}
#uds-searchControl .gsc-cursor-page {
color: #00c;
}
#uds-searchControl .gsc-cursor-current-page {
color: #000;
}
Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini Di-link Dari Sini Web
Alat Musik FU
Makalah tentang alat musik FU yang berasal dari Maluku, makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Guru Seni Musik saya.... :D
berikut MakalahNya...
v:* {behavior:url(#default#VML);}
o:* {behavior:url(#default#VML);}
w:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
Normal
0
false
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
1.1.
LATAR
BELAKANG
Pembudayaan bangsa
adalah dasar dari pembangunan bangsa yang bertujuan untuk membuat kehidupan
bangsa yang lebih baik. Pembudayaan bangsa tergantung pada kualitas dan
kuantitas buadaya dalam bangsa itu sendiri serta minat dan respon positif dari
masyarakat Pada hakekatnya, perkembangan budaya bangsa haru didasari oleh
budaya daerah yang dilestarikan dan dijaga kekhasannya.
Upaya
untuk melestarikan, memelihara, dan menghidupkan kesenian tradisional sangat
diperlukan, sehingga diharapkan kesenian tersebut dapat mewarnai dan memperkaya
kesenian nasional. Budaya itu perlu dipelajari untuk dapat mempelajari dan
mengetahui tingkat-tingkat pemikirian manusia dari masa ke masa. Budaya perlu
dilestarikan sebab merupakan manifestasi nilai-nilai dan nilai-nilai yang bertentangan
dengan nilai pancasila harus kita keluarkan dari warisan budaya bangsa.
Masyarakat
Indonesia dituntut harus dan mampu menjaga, melestarikan dan meneruskan budaya
daerah mapun bangsa dengan tujuan sebagai berikut :
1. Bisa
berjuang untuk hidup serta menghidupi diri melalui karya-karya sendiri,
sehingga akan nampak jelas hubungan structural antara manusia dan lingkungan
sekitarnya.
2. Mampu
menciptakan teknik-teknik atau peralatan sebagai perpanjangan tangannya dalam
rangka pembudayaan lingkungan sendiri.
3. Menuangkan
dan melestarikan hasil pembangunan itu dalam kehidupan masyarakat.
Kreativitas
merupakan wujud nyata dalam sebuah karya di dalam budaya. Kreativitas merupakan
interaksi antara manusia dengan lingkungannya atau merupakan jawaban manusia
terhadap lingkungannya demi kesejahteraan manusia.
Saya juga akan
membahas tentang music nusantara pada kesempatan ini, dengan tujuan
melestarikan dan menjaga keberlangsungan
alat music ini.
Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara
ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa
maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik
keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan
musik pop.
Ragam musik di
Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut,
musik perjuangan, dan musik pop.
Musik Daerah/Tradisional
Musik daerah atau
musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di
seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan
instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni
syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat.
Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang
dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan
masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi
yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.
Hampir diseluruh
wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut
bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi
instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai
semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas
orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung dengan
perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi
tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi
nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni
tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya
dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen
perkusi, petik dan gesek.
Musik Perkusi.
Perkusi adalah
sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik
menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang
tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang,
tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.
Gamelan adalah alat
musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah,
DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung
dan di Bali (Gamelan Bali). Satu perangkat gamelan terdiri dari
instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen
lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.
Talempong adalah seni
musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik
bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, si, do)
Kolintang atau
kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai
tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis
dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah kayu. Cara
untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.
Arumba (alunan
rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang
terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya
arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya
menggunakan tangga nada diatonis.
Kendang adalah
sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang
atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang
mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI
Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik
untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis
kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah
jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana
adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam.
Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.
Instrumen Musik Petik
Kecapi adalah alat
musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi
adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu
tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah
siter dari daerah Jawa tengah.
Sasando adalah alat
musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat
dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari
anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.
Sampek (sampe/sapek)
adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah
kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan
ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai
sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi
Selatan.
Instrumen Musik Gesek.
Instrumen musik
tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab
berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb
terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai
dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik
tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang
resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, rebab jenis ini dapat
dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.
Instrumen Musik Tiup
Suling adalah
instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia
dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari
Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan.
Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara
40-100cm dengan garis tengah 2cm.
Tarompet, serompet,
selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan
bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan
alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur,
Madura, Papua.
Musik Keroncong
Secara umum, musik
keroncong memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya
lagu- lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri
atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat
musik.
Musik Dangdut
Musik dangdut
merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik ini
kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik
akarnya. Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis
alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut). Selain itu, iramanya
ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota
badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima
masyarakat.
Musik Perjuangan
Musik ini lahir dari
kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan
menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk
bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya
berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban demi tanah air, dan
sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri dengan
semarak.
Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki
ciri, antara lain penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan
permainan drum dan gitar bas. Komposisi melodinyajuga mudah dicerna. Biasanya,
para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah
daya tarik dan penghayatan pendengar atau penontonnya. Musik pop dibedakan
menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
1.2.
PEMBATASAN
MASALAH
1. Apa saja fungsi dan keguanaan music
Fu
2. Sejarah masuknya budaya music barat
serta pengaruhnya bagi music Fu
3. Perkembangan music Fu dalam
masyarakat
4. Fungsi dan penggunaan music Fu dalm
anak muda
2.1.
IDE
AWAL PEMBUATAN MUSIK FU SEBAGAI ALAT MUSIK TIUP TRADISIONAL
Pada tahun 1958. Pada
saat itu Bapak latumahina membaca buku sejarah, lalu beliau melihat seorang
sedang meniup kulit bia, lalu beliau mendatangi desa hutumuri, pada saat itu
rajanya adalah Raja Wellem Tehupiong, pada saat itu masih negeri lama hutumuri.
Dan pada saat itu bapak Latumahina
pergi ke gunung maut, ia menggunakan baju dinas, jadi beliau tidak dapat naik.
Akhirnya beliau mengganti pakaian dengan kain adat agar dapat naik ke gunung
tersebut.
Pada tahun 1960 – 1963 grup ‘ Pela
Nyong ‘ pergi ke Jakarta untuk pembukaan PON bersama dengan Bpk. Latumahina
untuk meniup tahuri disana. Pada tahun 1964 saat pulang dari Jakarta mereka
menyerahkan semua kulit bia ke Amahusu.
Penjelasan di atas merupakan sejarah
musik fu yang di dapat dari desa hutumuri. Berikut ini akan dijelaskan lagi
tentang sejarah musik fu secara umum.
Berawal dari sejarah
musik fu yaitu sekitar Tahun 1962 Lotkol G.Latumahina sudah menjabat sebagai
wakil gubernur daerah tingkat I Propinsi Maluku. Beliau tidak hanya seorang
militer, beliau juga seorang pamong praja yang baik namun juga seorang
budayawan di Maluku.
Beliau
seorang yang banyak pula berminat terhadap sejarah daerah ini sebagai seorang
putra daerah. Dari berbagai bacaan yang ditulis dalam bahasa belanda tentang
daerah ini beliau menemukan sebuah cerita sejarah tentang pulau seram atau yang
lebih dikenal dengan Nusa Ina.
Menurut
bapak Dominggus Paulus Horhorouw lahir 18 Desember 1913 di Desa Hutumuri, yang
bertindak sebagai pimpinan Orkes Suling desa pada sekitar tahun 1962 beliau
dipanggil menghadap gubernur Maluku di kediaman beliau di kota Ambon. Setiba
beliau disana, beliau bercerita tentang Sejarah Musik Tiup.
Dahulu
kala dipulau Seram, ada sebuah kerajaan Werinama. Kerajaan itu demikian kuatnya
tidak dapat dikalahakan. Kerajaan atau raja kerajaan itu mempunyai seorang
gadis yang demikian cantiknya yang menadi perhatian banyak orang untuk
mempersunting gadis itu. Untuk menaklukan raja dan keraaan itu. Diminta bantuan
dari 3 (tiga) desa bersaudara, yaitu :
1.
Desa Hutumuri terletak di Pulau Ambon
2.
Desa Sirisori terletak di pulau Saparua
3.
Desa Tamilou terletak di Pulau Seram
Ketiga desa bersaudara
yang terletak pada desa-desa yang berbeda itu bersepakat untuk datang menuju
Werinama. Ketiga desa bersaudara itu datang dengan menumpang sebuah kora-kora
dengan dengan identitas nomor 16. Ketika mereka sampai di werinama mereka lalu
meniup kulit bia sebanyak 9 kali. Mendengar bunyi kulit bia itu, Werinama
segera menyerah tanpa syarat.
Terlepas dari benar
tidaknya sejarah dimaksud atau hanya merupakan sebuah legenda namun kulit bia
ini memiliki suatu fungsi bunyi atau suara yang cukup meyakinkan.
Karena diantara ketiga
desa bersaudara dimaksud terdapat di desa Bapak Horhoruw yaitu desa Hutumuri.
Wakil gubernur mengharapkan agar bapak Horhoruw dapat menciptakan suatu alat
musik dari kulit bia.
Alat atau orkes kulit
bia ini akan turut memeriahkan perayaan Hari Pahlawan Pattimura pada 15 Mei
1963 di Ibu Kota Negara Jakarta. Tugas untuk menggali kulit bia menjadi alat
orkes kulit bia ditugaskan kepada Almarhum Bapak Karel Hehanusa.
Bapak Karel Hehanusa
adalah seorang musisi Maluku yang cukup terkenal saat itu. Beliau menjadi
sangat terkenal dengan “Orkes Ramai Dendangnya” baik itu hawaian maupun biola.
Setelah bapak Karel Hehanusa selesai menggali atau menciptakan Kulit Bia maka
desa-desa yang dipilih untuk mendukung orkes itu adalah :
·
Desa Hutumuri
·
Desa Rutong
·
Desa Kilang
·
Desa Naku
·
Desa Amahusu
Kelima desa ini
terletak di pulau Ambon dan bapak harhoruw ditunjuk sebagai pemimpin orkes
tersebut. Dengan demikian musik ini atau orkes ini muncul pertama kali di
Indonesia pada perayaan Hari Pahlawan Pattimura 15 Mei 1963 di Ibu Kota Negara
Jakarta bukan di Ambon. Orkes Kulit Bia ini kemudian ditumbuh kembangkan di
desa Sirisori Amalatu yang terletak di pulau Saparua oleh almarhum Matheos
Atihuta.
Dari sejarah dan kisah
inilah Musik Fu terus dikembangkan terutama di desa-desa awalnya seperti
Sirisori yang masih ada musik ini sampai sekarang.
2.1.1.
FUNGSI
MUSIK FU
Musik Fu jika dilihat pada awal
munculnya jenis musik ini maka memliki fungsi adalah untuk dimainkan. Suara
khas dari alat musik tiup ini merupakan cirri khas dari musik fu.
Jika dilihat untuk kehidupan sekarang, maka perlahan musik
ini sudah terkikis bahkan hampir hilang kegunaannya oleh generasi muda
sekarang. Jika dilihat sekarang, maka musik ini hanya berfungsi sebagai asset
daerah, dimana menjadi salah satu kekayaan daerah, hanya dipajang di museum
tapi fungsi aslinya tidak benar-benar dipergunakan.
Namun beda dengan desa sirisori amalatu dan desa hutumuri
yang masih melestarikan musik ini sehingga fungsinya tetap terlaksana dengan
baik. Di desa ini, siswa di sekolah-sekolah diajarkan bagaimana cara meniup
alat musik fu.
Musik fu pada dasarnya bisa terlaksana di seluruh sekolah di
kota ambon, apabila guru-guru menerapkannya kepada siswanya, agar dapat
mendukung pelestarian musik ini oleh generasi muda, yang nantinya akan membawa
musik ini di kemudian hari.
Contoh alat musik tahuri berfungsi sebagai alat bunyi dalam
kehidupan adat di daerah Maluku Tengah. Alat ini dibunyikan dalam rangka
mengundang kehadiran arwah nenek moyang dalam pelaksanaan satu upacara
adat.
Di desa hutumuri siswa dari kelas 3 SD – SMA sudah diajarkan
tentang musik bia ini.
2.1.2.
PENGGUNAAN
MUSIK FU
Seperti yang diketahui, musik fu berawal dari desa Hutumuri,
yang dibawa sampai bisa dikenal oleh hampir masyarakat luas. Penggunaan musik
Fu yang masih stabil dilakukan adalah di desa Hutumuri dan desa Sirisori
Amalatu, dimana di kedua desa ini Musik Fu diajarkan kepada generasi Muda di
tingkat sekolah.
Namun tak banyak yang mengetahui jenis
musik Fu. Di daerah perkotaan, orang yang mengenal musik Fu dapat dihitung
dengan jari, yakni generasi tua yang telah hidup lama sehingga mengetahui musik
fu. Tapi nyatanya generasi muda di daerah perkotaan sama sekali tidak tau apa
itu musik fu.
Penggunaan Musik Fu pun sangat minim.
Musik Fu juga kalah tampil dibandingkan alat musik modern. Ini disebabkan
karena tak banyak yang mengetahui musik fu itu seperti apa.
Alat musik untuk jenis musik fu ini
terbuat dari kulit bia atau siput.
Cara penggunaan musik fu adalah dengan cara ditiup. Seperti
yang diketahui, jenis alat musik tiup ini sangat banyak, diantaranya :
· Kulit
Bia Tataratol
· Kulit
Bia Capeu
· Kulit
Bia Tahuri
· Kulit
Bia Lemon
Cara memainkannya pun berbeda walau tetap dengan cara
ditiup, hal ini disebabkan karena letak lubang pada masing-masing alat yang
berbeda.
2.1.3.
PENDANGAN
MASYARAKAT TENTANG MUSIK FU
Alat
music ini merupakan alat music yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu bentuk
dan suara yang dihasilkan dan juga material dasar music ini, Kulit Bia.
Masyarakat berpendapat bahwa perkembangan alat music ini masih lambat dan harus
dikembangakan demin menjaga kelestarian alat mjusik ini.
2.2.
MASUKNYA
MUSIK BARAT
Gaung
globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat
masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima
kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah
satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan,
kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh
masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap
berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang
mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat),
dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena
itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau
psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan
ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang
sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang
bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah
kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek
kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai
yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari
kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi
dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi
oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan
berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu
masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan
bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan
negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu
menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya,
negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal
dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial,
budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses
ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga
ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi
internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan
setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia
sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal
Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan
berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa
akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga
mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, menurut
Simon Kimoni, dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya
mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh
budaya asing. Dalam rangka ini, berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi
ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka.
2.2.1.
SEJARAH
MASUKNYA MUSIK BARAT
Pada saat
orde lama mendatangkan artis asing dapat digolongkan sebagai tindakan melawan
pemerintah. Hal itu disebabkan kebijakan pemerintah Soekarno melarang musik
Barat yang digolongkan sebagai musik Ngak Ngik
Ngok. Jangankan mendatangkan, memainkan lagu-lagu Barat saja dapat
dikenakan hukuman penjara, seperti yang di alami band legendaris Koes Plus di
Jakarta dan Bharata band di Surabaya. Beberapa penyanyi lainnya harus
bolak-balik diinterogasi kejaksaan. Musik pada saat itu lebih mewujud sebagai
alat politik, yaitu menentang neokolim.
Wujud
tersebut masih nampak pada masa peralihan dari orde-lama ke orde-baru. Pada
masa peralihan tersebut ABRI banyak memegang peran bagi perkembangan musik
panggung di Indonesia. Peran tersebut di antaranya melalui program Panggung
Prajurit. Suatu program pertunjukan musik di berbagai daerah untuk
mengintegrasikan ABRI dengan rakyat dalam menghadapi komunis. Wujud politik
dalam musik di sini diartikan sebagai pembalikan nilai. Nilai-nilai yang
dominan anti-Barat pada masa Soekarno dibalikan oleh ABRI. Dalam Panggung
Prajurit, para artis banyak menyanyikan lagu-lagu populer, era Soekarno dikenal
dengan musik hiburan, yang pernah dilarang pemerintah. Pada masa peralihan ini
banyak menimbulkan keraguan pada masyarakat mengenai eksistensi musik Barat di
Indonesia. Apakah sekarang masyarakat Indonesia boleh memainkan lagu-lagu Barat
atau unsur-unsur musik yang merusak?
Keraguan
masyarakat segera terjawab ketika ABRI melalui BKS-Kostrad mengadakan kerjasama
dengan Hotel Indonesia mengadakan pertunjukan band Blue Diamonds ke beberapa
daerah di Indonesia dalam suatu rangkaian tur musik. Hal itu berlangsung dari
Desember 1965 sampai Januari 1966. Pada pertengahan 1960-an grup musik asal
Belanda ini sedang berada dalam puncak popularitas internasionalnya. Para
pemain Blue Diamonds adalah pemuda-pemuda kelahiran Depok dan Cimahi, Jawa
Barat.
Blue
Diamonds dapat dikatakan sebagai artis Barat yang pertama kali datang ke
Indonesia setelah Soekarno runtuh. Dan satu-satunya artis asing yang
dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Kedatangannya ke Indonesia sangat
berarti bagi proses pembalikan nilai yang dilakukan ABRI, dari orde-lama yang
membatasi segala hal berbau Barat ke orde Baru yang tidak anti-Barat.
Pada
perkembangan selanjutnya kehadiran artis-artis asing dalam panggung-panggung
musik di Indonesia mulai sering ditampilkan. Hal itu lebih terasa pada masa
awal tahun 1970-an. Ketika Indonesia mengalami tingkat perekonomian yang semakin
membaik seiring dengan Boom
Minyak. Pada era ini, kehadiran artis asing ke Indonesia tidak lagi mewujud
sebagai politik melainkan sebagai bisnis.
Eforia
orde-baru yang membolehkan musik Barat dan peningkatan ekonomi yang terjadi
saat itu dapat dikatakan sebagai kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan
industri musik di Indonesia. Termasuk industri musik pertunjukan. Anak-anak
muda berlomba mendirikan grup band dengan berkiblat ke Barat. Hotel-hotel dan
tempat-tempat hiburan pun menjadi ajang pertunjukan. Selain menghadirkan artis
dalam negeri tidak jarang mereka menghadirkan artis luar negeri. Selain sebagai
selingan, kedatangan artis asing juga mempunyai daya jual yang tinggi.
Kedatangan
artis asing tidak dapat dilepaskan adanya akses untuk menghadirkan artis-artis
asing yang dibuka oleh anak-anak muda Indonesia yang menggilai musik. Mereka
pada umumnya berasal dari kelas menengah atas Indonesia yang pernah mengenyam
pendidikan di luar negeri. Misalnya, Denny Sabri yang pernah malang melintang
di Jerman dan Amerika Serikat serta Peter Basuki di Belanda. Di luar negeri,
mereka tertarik dengan dunia musik pertunjukan dan mulai masuk lingkaran
orang-orang dalam industri musik panggung.
Kedua orang
itulah yang kemudian berhasil mendatangkan super grup rock saat itu, Deep
Purple, ke Indonesia pada 4-5 Desember 1975. Pertunjukan yang mereka hadirkan
adalah suatu peristiwa paling fenomenal dalam industri musik panggung di
Indonesia. Cerita sukses kedatangan Deep Purple bergaung lama, hal itu
disebabkan liputan yang sangat luas dari media massa. Terutama majalah Aktuil
yang saat itu menjadi “panduan” para pecinta musik Indonesia. Jumlah penonton
yang spektakuler untuk saat itu (sekitar 30.000 orang), kerusuhan yang terjadi
hari kedua pertunjukan, kematian salah seorang kru Deep Purple yang jatuh dari
hotel tempatnya menginap, serta kematian petugas pengaman saat pertunjukan
berlangsung menjadi pembicaraan yang tak habis-habisnya.
Meskipun
harus menanggung kerugian yang diakibatkan pembakaran-pembakaran oleh penonton
yang terjadi di sekitar stadiun pertunjukan tersebut dapat dikatakan sukses.
Denny Sabri dan Peter Basuki mendapat keuntungan. finansial yang besar. Padahal
saat itu mereka tidak menggunakan sponsor. Selain laporan hangar binger
pementasan, masalah “dapur” ini juga mendapat sorotan berbagai media massa
seperti Break Event Point nya
modal yang mencapai tujuhpuluh juta rupiah, jumlah bayaran artis, dan jumlah
keuntungan yang didapat oleh promotor. Sisi-sisi bisnis mulai dibahas secara
terbuka.
Meskipun kesuksesan
Deep Purple bukan faktor tunggal yang menentukan pertumbuhan industri musik
panggung, tetapi tidak dapat disangkal bahwa dari peristiwa tersebut masyarakat
menjadi lebih terbuka bahwa bisnis musik panggung yang mendatangkan artis asing
sangat menguntungkan. Meskipun disadari juga banyak resikonya, seperti
kerusuhan.
Gelombang
pasang artis asing ke Indonesia terjadi pada tahun 1980-an, sama seperti
promotor tahun 1970-an, kebanyakan promotor nasional musik panggung adalah
mereka yang terdiri dari anak-anak muda yang termasuk kelas menengah atas.
Luasnya jaringan yang mereka miliki membuka akses terhadap artis dan sponsor.
Penggunaan sponsor dalam musik panggung yang mendatangkan artis asing semakin
marak sejak tahun 1980-an. Hal itu disebabkan pertunjukan musik merupakan media
yang efektif untuk beriklan. Alasannya adalah jumlah penonton dalam setiap
pertunjukan, kelas sosial penonton yang bisa dilihat dari tingginya harga tiket
yang dijual, dan anak muda sebagai konsumen yang potensial.
Keberhasilan
pementasan musik panggung di Indonesia selama pertengahan tahun 1980-an tidak
lepas dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang untuk konsumsi
golongan muda. Sponsor terbesar dalam setiap pementasan musik di Indonesia
adalah perusahaan rokok. Ketergantung pada sponsor dalam mementaskan artis
asing disebabkan pembayaran artis menggunakan dollar Amerika, sehingga harga
tiket menjadi tinggi dan sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.
Manfaat sponsor adalah menyubsidi harga tiket yang harus ditanggung penonton.
Harga tiket penonton tidak dapat menutupi biaya produksi.
Perkembangan
industri musik panggung sejak pertengahan 1980-an telah berkembang dengan baik.
Pada era tersebut sampai menjelang reformasi artis-artis asing kelas dunia telah
dihadirkan oleh promotor Indonesia. Sejak era reformasi sampai tahun 2006-an
dapat dikatakan industri musik panggung yang menampilkan artis asing sedang
tiarap. Hal itu lebih karena alasan kondisi keamanan yang membuat artis asing
berpikir duakali untuk mentas di Indonesia. Bukan faktor ekonomi, karena kelas
menengah atas tetap memadati setiap pementasan. Semoga kehadiran artis asing
dapat membangkitkan kembali industri musik panggung Indonesia. Akan tetapi,
kita tentu akan lebih gembira bila promotor Indonesia menjadikan artis
Indonesia sebagai artis asing di luar negeri.
2.2.2.
PERKEMBANGAN
MUSIK BARAT DI MASYARAKAT
Proses saling
mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui
interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun
kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia
terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan
berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu
kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa
berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam
jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha
melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan
demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa
Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh
luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang
terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal
ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai
dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat Indonesia
merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman
budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat
Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya.
Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat
di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang
dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.
Masa
sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik dipakai sebagai
bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian
yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki
kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari
alam sekitarnya.
Masa setelah
masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembanglah musik-
musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai
bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai
sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik
gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan,
kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok
pelengkap.
Masa setelah
masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama
islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka
berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di
nusantara (Indonesia) hingga saat ini.
Masa
Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga
membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini
memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo
(cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi
dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern
Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang
merupakan perpaduan musik barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu
dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media
elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop,
jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India
yang banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi
perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami
perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka,
muncul pula berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock,
dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan
Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik
ini sering disebut musik etnis.
Berikut penjelasannya.
Jazz
Jazz adalah jenis musik yang
tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik
band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free
jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
Gospel
Gospel adalah genre yang
didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban
contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip
dengan Rock n Roll (oleh karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan dari Rock, Jazz,
dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam
di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran
musik gospel adalah Israel
Houghton. Namun saat
ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara
keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak
dipopulerkan oleh musisi seperti Franky
Sihombing, Giving
My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.
Blues
Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop saat ini,
termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop.
Rhythm and
blues
Rhythm and blues adalah nama
musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari
tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues.
Funk
Funk juga dipelopori oleh
musisi-musisi Afro-Amerika, misalnya James Brown, Parliament-Funkadelic, dan Sly and the Family Stone. Musik jenis Funk ini biasanya
memiliki nada beat groovy, suatu rhythm yang membuat pendengarnya berdecak
mengikuti irama. Oleh karena itu, dalam banyak hal, funk sering disamakan
dengan groovy.
Rock
Rock, dalam pengertian yang
paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang
paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai
genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh
orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik
Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi
populer.
Electronic
Electronic dimulai lama sebelum
ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat
musik elektronik analog di tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John
Cage, Pierre
Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen.
Ska, Reggae,
Dub
Dari perpaduan musik R&B dan
musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub.
Hip hop /
Rap / Rapcore
Musik hip hop dapat dianggap
sebagai subgenre R&B. Dimulai di awal 1970-an dan 1980-an, musik ini
mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga
mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal
menghasilkan rapcore.
Pop
Musik pop adalah genre penting
namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke
kategori rock, hip hop, country, dsb.
Latin
Genre musik tradisional latin ini
biasanya merujuk pada musik Amerika latin termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre Samba.
Country
Musik tradisional country
dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika kulit putih,
terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle
Haggard dan Buck
Owens.
2.2.3.
PENGARUH
MUSIK BARAT TERHADAP MASYARAKAT
Pengaruh musik barat terhadapam masyarakat Indonesia sangat
kentara pada berbagai aspek, ini disebabkan efek globalisasi, serta tidak
adanya penguatan dari Indonesia, menyebabkan musik barat menjelma di masyarakat
Indonesia. Antara lain :
Sarana upacara budaya (ritual)
Musik di Indonesia,
biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan,
kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi
yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan
magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan
adat masyarakat.
Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik
merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas
harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya.
Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik.
Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong-
bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.
Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman
(baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk
mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi
dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan,
dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.
Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di
Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota
kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme
tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa
atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah
kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.
Pengiring Tarian
Di berbagai daerah di
Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk
mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di
Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah,
musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian
modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.
Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan
artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media
ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber
penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan
cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil
penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang
dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga
bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
2.3.
PERKEMBANGAN
YANG TERJADI
Seiring
berjalannya waktu, terjadi perkembangan pada music ini, yang membuat music ini
semakin dikenal
2.3.1.
PERKEMBANGAN
MUSIK FU DI MASYARAKAT
Dalam masyarakat, alat
music kulit bia ini sudah dikenal, tapi dalam proses pelestariannya, masih
belum maksimal. Musik Fu yang dulu berasal dari desa Hutumuri sekarang
penyebarannya msih minim, masyarakat sudah terikat pada music modern.
2.3.2.
PENGARUH
MUSIK BARAT TERHADAP MUSIK FU
Masuknya
music barat juga mempengaruhi perkembangan music ini, masyarakat berpendapat,
alat music tiup ini cenderung sulit dimainkan, dan lebih cenderung mempelajari
music barat. Padahal apa yang dilakukan ini juga dapat membuat music Fu semakin
terperosot. Kita harus bisa melestarikan alat music ini biarpun adanya music
lain yang masuk dari barat.
2.4.
POSISI
MUSIK FU BAGI ANAK MUDA
Anak muda
sekarang sudah lebih menyukai alat music modern dan mereka juga telah melupakan alat music ini, tapi ada
anak muda yang masih menekuni budaya ini, anak anak yang ada di sanggar sanggar
seni.
2.4.1.
PANDANGAN
ANAK MUDA TERHADAP MUSIK FU
Musik ini sudah
terbilang kuno, tapi masih bisa dipakai dalam acara acara adat. Biarpun begitu
kelestariannya harus bisa tetap dijaga
2.4.2.
FUNGSI
MUSIK FU BAGI ANAK MUDA
Sarana upacara budaya (ritual)
Musik di Indonesia,
biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan,
kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi
yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan
magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan
adat masyarakat.
Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik
merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas
harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya.
Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik.
Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong-
bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.
Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman
(baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk
mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi
dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan,
dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.
Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di
Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota
kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme
tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa
atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah
kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.
Pengiring Tarian
Di berbagai daerah di
Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk
mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di
Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah,
musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian
modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.
Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan
artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media
ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber
penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan
cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil
penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang
dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga
bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
2.4.3.
PENGGUNAAN
MUSIK FU OLEH ANAK MUDA
Musik
ini masih digunakan dalam acara adat oleh anak muda sekarang dalam adat Maluku,
khususnya dalam acara penyambutan dan lain-lain.
3.1.
KESIMPULAN
Setelah diadakan penelitian, dapat
saya simpulkan bahwa,
1. Usaha pembuatan alat music ini, harus
didukung dengan motivasi dan latar belakang sejarah yang kuat.
2. Penguasaan akan adat bukan hanya
tindakan pelestarian tapi dapat juga dijadikan sebagai sumber aspirasi dan
harus disesuaikan dengan lingkungan sekitar.
3. Untuk dapat menyebarluaskan music Fu,
diperlukan hubungan atau ikatan, hal ini harus diperhatikan demi menjaga
kelestarian dan perkembangannya dalam masyarakat.
4. Budaya music barat yang modern juga
mempengaruhi keberadaan dan perkembangan alat music ini.
5. Alat music ini masih harus dibanahi
dan disempurnakan.
3.2.
SARAN
1. Untuk dapat memperkenalkan dan
menyebarluaskan music ini, diperlukan adanya program seperti festival music
kulit bia.
2. Biarpun ada music barat yang masuk,
kelestarian dan pemberdayaan music ini masih harus tetap terjaga.
|