PLANT PROTECTION
私は医学部の学生です
Home
Free Template
Edit
Edit
Sabtu, 28 Januari 2012
BAHAN ORGANIK TANAH
Author: Qolamul Hasna
|
Filed Under:
dasar ilmu tanah,
tanah
|
di
00:24
|
PENDAHULUAN
Bahan Organik merupakan salah satu konstituen tanah yang sangat penting untuk menjaga agar fungsi tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Hampir semua bentuk kehidupan di dalam tanah, juga sangat tergantung kepada bahan organik baik sebagai sumber energi maupun sebagai sumber nutrisi.
Bahan organik di dalam ekosistem terdiri dari bahan organik yang berada di atas permukaan tanah dan yang berada di bawah permukaan tanah.
Bahan organik yang berada di atas permukaan tanah biasanya terdapat dalam bentuk seresah (akumulasi residu tanaman/hewan) dan sebagian terdapat dalam bentuk yang sedang terdekomposisi.
Bahan organik yang berada di bawah tanah umumnya telah menjadi bentuk sebagai senyawa humus (humic substance)
DISTRIBUSI BAHAN ORGANIK TANAH
Distribusi bahan organik tanah tergantung pada JENIS TANAH dan LINGKUNGANNYA (EKOSISTEM)
Distribusi dapat dibedakan menurut EKOSISTEM HUTAN dan PADANG RUMPUT
Distribusi dan jumlah bahan organik pada ekosistem hutan dapat dilihat dari tiga bagian, yaitu:
1. Tegakan tanaman ( 70-80 ton/ha atau 34-40 %), 2. Permukaan tanah (14-17 ton/ha atau 7-8%), dan 3. Tanah (114-120 ton/ha atau 44-47%).
SIFAT-SIFAT BAHAN ORGANIK TANAH
Bahan organik merupakan salah satu dari konstituen tanah, sehingga sangat penting untuk menjaga fungsi tanah.
Sifat-sifat bahan organik, antara lain :
Mempunyai bobot isi (bulk density) yang rendah (0,1-0,5 g cm-1))
Mempunyai luas permukaan spesifik tinggi
Mempunyai kemampuan menyerap air yang tinggi (sampai 3 kali lipat dari bobot keringnya)
Bersifat agak plastis tetapi tidak lekat.
Mempunyai kapasitas tukar kation (KTK) tinggi hingga 150-200 me/100 g karena memiliki gugus-gugus fungsional yang banyak :
Hidroksil (-OH)
Karboksil (-COOH)
Fenolik ( ---OH ), dll.
Bersifat amfotir (bertindak sebagai basa pada kondisi asam dan bertindak sebagai asam pada kondisi alkalis)
Bersifat hesteriosis jika terjadi pembasahan dan pengeringan.
Memiliki titik muatan nol (pHo) sangat rendah.
Bermuatan variabel
FAKTOR KANDUNGAN ORGANIK TANAH
Di dalam tanah, jumlah kandungan C-organik sangat tergantung pada jenis tanah dan kadar ini juga tergantung dari faktor-faktor pembentukan tanah, yaitu OM = ƒ (c, v, r, p, t, m)
dimana :
OM = bahan organik (organic matter)
c = iklim (climate)
v = vegatasi (vegetation)
r = timbulan/topografi (relief)
p = bahan induk tanah (parent material)
t = waktu (time), dan
m = manusia (pengelolaan tanah)
Perbandingan relatif kandungan bahan organik pada beberapa tanah adalah
Sangat tinggi (mis : gambut /HISTOSOL, GELLISOL)
Tinggi (misalnya : MOLLISOL)
Sedang (mis. : ANDISOL, VERTISOL, INCEPTISOL)
Rendah (misalnya: SPODOSOL, INCEPTISOL, ALFISOL, ENTISOL)
Sangat Rendah (mis.: OXISOL, ULTISOL, ARIDISOL)
SUSUNAN BAHAN ORGANIK TANAH
Kualitas bahan organik di dalam sangat tergantung dari susunan kimianya
Bahan organik Tanah secara garis besar dibagi atas :
Fraksi organik kasar (serasah dan residu tanaman) ------ C/N tinggi
Komponen mikroorganisme (jamur, bakteri, actinomicetes, dll,)
Fraksi humus (senyawa humat) :
Asam Fulvat (fulvic acid)
Berbobot molekul agak rendah
Bersifat agak asam
Banyak mengandung gugus karboksilat
Larut dalam asam
Berwarna agak cerah
Asam Humat (humic acid)
Berbobot molekul tinggi
Bersifat agak alkalis
Banyak mengandung gugus metoksi
Tidak Larut dalam asam
Berwarna coklat kehitaman (gelap)
Humin (Tidak larut)
KOMPOSISI SENYAWA ORGANIK TANAH
Secara kimia, susunan bahan organik terdiri atas berbagai macam senyawa, antara lain :
Polisakarida (selulosa, hemiselulosa)
Poliuronida
Lignin
Enzim, Protein, asam-asam amino, dan vitamin
Lemak, waks, dan sejenisnya.
Asam-asam organik sederhana (karboksilat, stearat, malonat, tartrat, dll.)
Asam-asam organik kompleks (humat, fulfat, humin, dll.)
Organik larut
Unsur mineral (element)
PERANAN BAHAN ORGANIK TANAH
Memperbaiki sifat-sifat biologi tanah
sumber energi bagi jasad hidup tanah
meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme
meningkatkan aktivitas beberapa reaksi enzimatik
menjaga kesehatan tanah
menambah kandungan humus tanah
sebagai bahan remediasi dan ameliorasi tanah
Memperbaiki sifat-sifat fisika tanah
membentuk agregat tanah
membuat tanah lebih lunak
memperbaiki kompaksi dan aerasi tanah
mampu menyerap air lebih tinggi
menjaga suhu tanah dan kerusakan partikel akibat erosi (dalam bentuk mulsa)
Memperbaiki sifat-sifat kimia tanah
sumber unsur hara
meningkatkan ketersediaan unsur hara
menetralisir keasaman dan kebasaan tanah
menurunkan pH tanah
memacu pertumbuhan tumbuhan karena mengandung auksin dan hormon pertmbuhan
mencegah keracunan dari logam-logam berat
SUMBER BAHAN ORGANIK TANAH
Sisa-sisa Tanaman (plant residues)
Pupuk kandang (manures)
Pupuk Hijau (green manure)
Lamtoro
Cover crops (mis. Crotalaria, Mimosa sp.Colopogonium,.)
Gamal (Glyricidia)
Kekacangan (legumes)
Rerumputan (graminae), dll.
Pendauran bahan organik (alley cropping, relay cropping, intercropping, dll.)
Limbah organik (limbah pertanian, limbah pabrik, sludge, stelling) dll.
Pemanfaatan gambut, dll.
Mikroorganisme
0
komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Ikuti Saya ^___^
visitors
Free counters
#gb{
position:fixed;
top:50px;
z-index: 1000;
}
* html #gb{position:relative;}
.gbtab{
height:100px;
width:30px;
float:left;
cursor:pointer;
background:url('http://lh4.ggpht.com/_jn57XA2jLxY/SmCHl1YEsxI/AAAAAAAAAXQ/HshHClEVcvY/tabs.png') no-repeat;
}
.gbcontent{
float:left;
border:2px solid #A5BD51;
background:#F5F5F5;
padding:10px;
}
Recent Comments
Pages
Beranda
HAMA
PENYAKIT
DOWNLOAD MATERI PERTANIAN
DOWNLOAD MATERI UMUM
Blog Archive
▼
2012
(25)
►
Juli
(3)
►
Juni
(6)
►
Mei
(3)
►
Maret
(1)
►
Februari
(5)
▼
Januari
(7)
PENGGOLONGAN PENYAKIT TUMBUHAN DAN PATOGENNYA
Vertebrata Hama : TUNGAU
BAHAN ORGANIK TANAH
BIOLOGI DAN ORGANISME TANAH
KELEMBABAN UDARA
TEKNIK BUDIDAYA
DASAR DASAR AGRONOMI
►
2011
(47)
►
November
(6)
►
Oktober
(6)
►
September
(4)
►
Agustus
(31)
Entri Populer
Budidaya Pertanian : KELAPA SAWIT
Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil. Minyak sawit...
MACAM-MACAM PENYAKIT PADA KUBIS
Nama kubis diduga berasal dari bahasa Inggris yaitu cabbage. Di Indonesia, kubis sering uaga disebut sebagai kol. Tanaman kubis (Brassic...
MACAM-MACAM PENYAKIT PADA JAGUNG
Penyakit Bulai (Downy Mildew) Disebabkan oleh cendawan Sclerospora maydis. Penyakit bulai meyebabkan kerugian paling besar dalam budiday...
DAMPAK BIOTEKNOLOGI
Dampak Positif 1. Bidang Pangan Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan memproduksi makanan ...
MACAM-MACAM HAMA TANAMAN KUBIS
Plutella ,xylostella L. Serangga hama ini dikenal dengan ulat daun kubis atau diamond back moth, termasuk ordo Lepidoptera, familiPlu...
Diberdayakan oleh Blogger.
Follow by Email
Labels
penyakit
(16)
Hama
(15)
pengantar ilmu pertanian
(10)
kuliah
(9)
buah
(8)
Budidaya Pertanian
(6)
Vertebrata Hama
(6)
pestisida
(6)
pengetahuan umum
(5)
entomologi serangga
(4)
dasar ilmu tanah
(3)
dasar-dasar agronomi
(3)
Patogen Tumbuhan
(2)
nematologi pertanian
(2)
tanah
(2)
Akarologi
(1)
agroklimatologi
(1)
akarisida
(1)
bioteknologi
(1)
dasar-dasar perencanaan wilayah
(1)
dpkp
(1)
epidemiologi
(1)
gulma
(1)
insektisida
(1)
lahan
(1)
tanaman pangan
(1)
roulette, counter web, Online Gambling In Australia, CASINOS, WilliamHillCasino
"));
Feedjit
a.fjfcl74:visited {color: #FCC; font-size: 1px; font-family: Arial, sans-serif;} a.fjfcl74:link {color: #CCC; font-size: 1px; font-family: Arial, sans-serif;}Feedjit Live Blog Stats
PARA SUHU
Bapak Achmadi Priyatmodjo
Bapak Andi Trisyono
Bapak Arif Wibowo
Bapak Bambang Hadisutrisno
Bapak Edhi Martono
Bapak Fransiscus Wagiman
Bapak Nugroho Susetyo Putra
Bapak Sedyo Hartono
Bapak Suputa
Bapak Susamto Somowiyarjo
Bapak Tri Harjaka
Bapak Triwidodo Arwiyanto
Bapak Witjaksono
Bu Ani Widiastuti
Ibu Christanti
Ibu Suryati
LINK
Agriculture
Bioteknologi Indonesia
BKP-Deptan Bangka Belitung
Cereal Knowledge Bank
Cereal Knowledge Bank
Departemen Pertanian Jakarta
Direktorat Jendral Perkebunan
E-learning UGM
Eropa Mediteranian Plant Protection
IHPT UGM
IMHPT UGM
KAMUS OPETE ONLINE ITEBE
KAMUS OPETE ONLINE ITEBE
Kementerian Kehutanan
Kementerian Kelautan Perikanan
Kementerian Pertanian
Komunitas Agrobisnis
Laboratorium Faperta UGM
Litbang Deptan Nasional
Litbang Deptan Sulsel
Plant Protection Organization
RICE HOSPITAL
Sinar Tani
Teknologi Petanian
Web Toolbar by Wibiya
Fakultas Pertanian
faperta ANDALAS
faperta IPB
faperta SRIWIJAYA
faperta UGM
faperta UNIBRAW
faperta UNILA
faperta UNPAD
faperta UNS
faperta UNSOED
faperta USU
"));
Tools Maximize Toolbar Wiwi Title Powered by Close window Minimize Toolbar 2 Online Click here to see who"s online and from where in the world Select Language▲ Click here to learn more about this bar Click here to view the latest notification Dasbor Twitter Ke Halaman Penggemar
PLANT PROTECTION Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino
Original textContribute a better translation
|