<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
				  >
<channel>
<title>Blog Copy / ras-eko.blogspot.com</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com</link>
<description><![CDATA[Copies from ras-eko.blogspot.com]]></description>
<image><title>BlogCopy RSS Feed</title>
<link>http://blogcopy.com</link>
<url>http://blogcopy.com/int/fpix.php?bd=2mpb</url>
</image>
<language>en-us</language>
<pubDate>Mon, 20 May 2013 11:43:51 +0000</pubDate>
<item>
<title>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=z05und</link>
<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 15:02:48 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Setelah belajar dalam kelompok dan <br />
menyelesaikan permasalahan yang diberikan salah satu kelompok <br />
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk dikomunikasikan atau <br />
didiskusikan dengan kelompok lainnya. Kemudian guru membahas dan <br />
mengarahkan siswa ke bentuk formal.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=z05und</guid>
</item>
<item>
<title>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2cma961</link>
<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 15:01:14 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Kemudian 2 dari 4 anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan <br />
kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lain, sementara 2 anggota yang <br />
tinggal dalam kelompok bertugas menyampaikan hasil kerja dan informasi <br />
mereka ke tamu. Setelah memperoleh informasi dari 2 anggota yang <br />
tinggal, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan <br />
melaporkan temuannya serta mancocokkan dan membahas hasil-hasil kerja <br />
mereka.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2cma961</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2t4t8al</link>
<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 01:06:55 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses <br />
pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses <br />
pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan<br />
 gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk <br />
carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT <br />
dalam menggunakan Power Point atau software yang lain.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2t4t8al</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39o6one</link>
<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 00:51:44 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.<br />
2. Melatih berpikir logis dan sistematis. <br />
3. Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu <br />
subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir,<br />
 <br />
4. Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.<br />
5. Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39o6one</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2clfqrj</link>
<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 00:51:42 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.<br />
2. Melatih berpikir logis dan sistematis. <br />
3. Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu <br />
subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir,<br />
 <br />
4. Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.<br />
5. Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2clfqrj</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1fioso6</link>
<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 00:47:04 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[7. Kesimpulan/rangkuman <br />
Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa mengambil kesimpulan sebagai penguatan materi pelajaran]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1fioso6</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1w229d8</link>
<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 00:43:57 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Menurut Johnson & Johnson , prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif picture and picture adalah sebagai berikut:<br />
1. Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.<br />
2. Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. <br />
3. Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.<br />
4. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.<br />
5. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan <br />
keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.<br />
6. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan <br />
secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.<br />
Langkah-langkah dalam Model Pembelajaran Picture and Picture adalah sebagai berikut:<br />
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai <br />
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.<br />
3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi. <br />
4. Guru menunjuk siswa secara bergantian untuk mengurutkan gambar-gambar secara logis<br />
5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut.<br />
6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.<br />
7. Kesimpulan/rangkuman]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1w229d8</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39o6o0w</link>
<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 00:42:08 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang <br />
menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. <br />
Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan <br />
Menyenangkan. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media <br />
dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam <br />
proses pembelajaran.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39o6o0w</guid>
</item>
<item>
<title>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=ie7rsb</link>
<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 02:06:18 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[hal ini menunjukkan bahwa lima unsur proses belajar kooperatif yang terdiri atas: saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar kelompok dan evaluasi proses kelompok dapat terlaksana.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=ie7rsb</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1w0143q</link>
<pubDate>Sat, 30 Mar 2013 16:20:39 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang <br />
menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. <br />
Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan <br />
Menyenangkan. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media <br />
dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam <br />
proses pembelajaran.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1w0143q</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1ffhvl6</link>
<pubDate>Thu, 21 Mar 2013 06:09:09 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[&#160;&#160; Pembelajaran dengan kooperatif model Group Investigation memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.2.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.3.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang.4.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Model pembelajaran group investigation melatih siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan mengemukakan pendapatnya.5.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Memotivasi dan mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1ffhvl6</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1vyvca8</link>
<pubDate>Thu, 21 Mar 2013 06:08:21 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Pembelajaran dengan kooperatif model Group Investigation memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.2.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.3.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang.4.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Model pembelajaran group investigation melatih siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan mengemukakan pendapatnya.5.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Memotivasi dan mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=1vyvca8</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=46ngmj9</link>
<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 04:32:58 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses <br />
pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses <br />
pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan<br />
 gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk <br />
carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT <br />
dalam menggunakan Power Point atau software yang lain.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=46ngmj9</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39kpokw</link>
<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 04:32:26 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode <br />
belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi <br />
urutan logis.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39kpokw</guid>
</item>
<item>
<title>SUMBER DAN JENIS KARBOHIDRAT | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2cf86n1</link>
<pubDate>Mon, 25 Feb 2013 07:13:07 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[SUMBER DAN JENIS KARBOHIDRAT<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Kentang Sumber Karbohidrat<br />
Di ambil dari tugas kuliah teman saya : I Putu Yudiarta<br />
<br />
I. PENDAHULUAN<br />
<br />
1.1 Latar Belakang<br />
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk <br />
hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. <br />
Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga <br />
keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses <br />
metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat <br />
protein dan lemak. <br />
<br />
<br />
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang penting bagi proses tubuh<br />
 manusia. Proses katabolisme pada umumnya menggunakan glukosa untuk di <br />
pecah menjadi energi yang berguna bagi keberlangsungan proses hidup <br />
makluk hidup. Makalah yang berjudul Sumber dan Klasifikasi karbohidrat <br />
ini dibuat agar kita dapat mengetahui berbagai jenis makanan yang <br />
mengandung karbohidrat dan macam-macam karbohidrat yang tersedia. Selain<br />
 itu makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas dalam rangka <br />
pelaksanaan pembelajaran untuk matakuliah Ilmu Gizi dan Kesehatan.<br />
<br />
1.2 Tujuan<br />
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat :<br />
a) Mengetahui tentang sumber &#8211; sumber karbohidrat<br />
b) Mengetahui jenis &#8211; jenis karbohidrat<br />
<br />
PEMBAHASAN<br />
<br />
Sumber Karbohidrat<br />
Ada tiga macam sumber karbohidrat, yang pertama adalah sumber <br />
karbohidrat yang berasal dari makanan berserat yaitu buah-buahan dan <br />
sayur-sayuran, kemudian simple karbohidrat yang didapat dari konsumsi <br />
gula dan yang terakhir adalah kompleks karbohidrat yang didapat dari <br />
nasi, kentang, jagung, roti, dan lain lain. <br />
Sumber karbohidrat adalah padi-padian (gandum dan beras) atau serealia, <br />
umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang-kacang <br />
kering, dan gula. Hasil olahan dari sumber karbohidrat adalah mie. <br />
bihun, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian <br />
besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur <br />
umbi-umbian, seperti wortel  dan kacang-kacangan relatif lebih banyak <br />
mengandung karbohidrat daripada sayuran. Bahan makanan hewani seperti <br />
daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung <br />
karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan <br />
pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu.<br />
Makanan di bawah ini adalah sumber karbohidrat berdasarkan 1 satuan <br />
penukar, dengan kalori yang hampir sama. Bisa digunakan untuk panduan <br />
menyusun menu diet. Bila ingin pas memang harus ditimbang dulu tapi bisa<br />
 juga dikira-kira. Masing-masing makanan dibawah ini mengandung:<br />
Energi  : 175 kalori<br />
Karbohidrat : 40 gr<br />
Protein  : 4 gr<br />
<br />
Nasi 100gr&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; roti tawar 70gr &#8212;&#8212; crackers 50gr<br />
(3/4 gelas)&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; (3 ptg sdg)&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-(5 buah besar)<br />
Mie basah 200gr&#8212;&#8211;singkong 120gr&#8212;-jagung pipilan 125 gr<br />
(2 gelas)&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;(1 ptg)&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;(1 piring)<br />
Kentang 210gr&#8212;&#8212;&#8211;ubi 135gr&#8212;&#8212;&#8212;talas 125 gr<br />
(2 biji sedang)&#8212;&#8212;&#8212;(1 buah)&#8212;&#8212;&#8212;-(1 potong)<br />
<br />
Dengan mengetahui substitusi dan juga besaran dari jumlah karbohidrat <br />
yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kita juga dapat merubah kebiasaan kita <br />
makan nasi dengan substitusi yang lain. Yang pasti, tidak makan nasi pun<br />
 bisa kenyang.<br />
<br />
Klasifikasi Karbohidrat<br />
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam 2 golongan, yaitu <br />
karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Sesungguhnya semua jenis<br />
 karbohidrat terdiri atas karbohidrat sederhana atau gula sederhana; <br />
karbohidrat kompleks mempunyai lebih dari 2 unit gula sederhana di dalam<br />
 1 molekul.<br />
Karbohidrat sederhana<br />
Karbohidrat sederhana terdiri atas :<br />
Monosakarida yang terdiri atas jumlah ataom C yang sama dengan molekul air, yaitu [&#12310;C_6 (H_2 O)&#12311;_6 ] dan [&#12310;C_5 (H_2 O)&#12311;_5 ]<br />
Disakarida yang terdiri atas ikatan 2 monosakarida dimana untuk tiap 12 atom C ada 11 molekul air [C_12 (H_2 O)11]<br />
Gula alkohol merupakan bentuk alkohol dari monosakarida<br />
Oligosakarida adalah gula rantai pendek yang dibentuk oleh galaktosa, glukosa, dan fruktosa<br />
<br />
Monosakarida<br />
Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas<br />
 6-rantai atau cincin karbon. Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat <br />
pada rantai atau cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil<br />
 (OH). Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu <br />
glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini <br />
mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom<br />
 hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara <br />
penyusunan atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon. <br />
Perbedaan dalam susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam <br />
tingkat kemanisan, daya larut, dan sifat lain ketiga monosakarida <br />
tersebut. Monosakarida yang terdapat di alam pada umumnya terdapat dalam<br />
 bentuk insomer dekstro (D). gugus hidroksil pada karbon nomor 2 <br />
terletak di sebelah kiri. Struktur kimianya dapat berupa struktur <br />
terbuka atau struktur cincin (gambar 3.1). jenis heksosa lain yang <br />
kurang penting dalam ilmu gizi adalah manosa. Monosakarida yang <br />
mempunyai lima atom karbon disebut pentosa, seperti ribosa, xilosa, dan <br />
arabinosa.<br />
<br />
Glukosa, dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur, terdapat luas di <br />
alam dalam jumlah sedikit, yaitu di dalam sayur, buah, sirup jagung, <br />
sari pohon, dan bersamaan dengan fruktosa dalam madu. Tubuh hanya dapat <br />
menggunakan glukosa dalam bentuk D. glukosa murni yang ada di pasar <br />
biasanya diperoleh dari hasil olahan pati. Glukosa memegang peranan <br />
sangat penting dalam ilmu gizi. Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan<br />
 pati, sukrosa, maltosa, dan laktosa pada hewan dan manusia. Dalam <br />
proses metabolisme, glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar di<br />
 dalam tubuh dan di dalam sel merupakan sumber energi. Dalam keadaan <br />
normal sistem saraf pusat hanya dapat menggunakan glukosa sebagai sumber<br />
 energi. Glikosa dalam bentuk bebas hanya terdapat dalam jumlah terbatas<br />
 dalam bahan makanan. Glukosa dapat dimanfaatkan untuk diet tinggi <br />
energi. Tingkat kemanisan glukosa hanya separuh dari sukrosa, sehingga <br />
dapat digunakan lebih banyak untuk tingkat kemanisan yang sama. <br />
<br />
Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula paling <br />
manis. Fruktosa mempunyai rumus kimia ang sama dengan glukosa, CHO, <br />
namun strukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot<br />
 kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Gula ini terutama <br />
terdapat dalam madu bersama glukosa, dalam buah, nektar bunga, dan juga <br />
didalam sayur. Sepertiga dari gula madu madu terdiri atas fruktosa. <br />
Fruktosa dapat diolah dari pati dan digunakan secara komersial sebagai <br />
pemanis. Minuman ringanbanyak menggunakan sirup jagung-tinggi-fruktosa <br />
sebagai bahan pemanis. Di dalam tubuh, fruktosa meupakan hasil <br />
pencernaan sakarosa.<br />
<br />
Galaktosa, tidak terdapat bebas di alam seperti halnya glukosa dan <br />
fruktosa, akan tetapi terdapat dalam tubuh sebagai hasil pencernaan <br />
laktosa.<br />
Manosa, jarang terdapat di dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di <br />
iIsrael terdapat di dalam manna yang mereka olah untuk membuat roti.<br />
<br />
Pentosa merupakan bagian sel-sel semua bahan makanan alami. Jumlahnya <br />
sangat kecil, sehingga tidak penting sebagai sumber energi. Ribosa dan <br />
deoksiribosa merupakan bagian asam nukleat dalam inti sel. Karena dapat <br />
disintesis oleh semua hewan, ribosa dan deoksiribosa tidak merupakan zat<br />
 gizi esensial.<br />
<br />
Disakarida<br />
Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, <br />
laktosa, dan trehalosa. Trehalosa tidak begitu penting dalam ilmugizi, <br />
oleh karena itu akan di bahas secara terbatas. Disakarida terdiri atas <br />
dua unit monosakarida ang terikat satu sama lain melalui reaksi <br />
kondensasi. Kedua monosakarida saling mengikat berupa ikatan glikosidik <br />
melalui satu atom oksigen (O). ikatan glukosidik ini biasanya terjadi <br />
antara atom C nomor 1 dengan atom C nomor 4 dan membentuk ikatan alfa, <br />
dengan melepaskan satu molekul air. Hanya karbohidrat yang unit <br />
monosakaridanya terikat dalam bentuk alfa yang dapat dicernakan. <br />
Disakarida dapat dipecah kembali menjadi dua molekul monosakarida <br />
melalui reaksi hidrolisis. Glukosa terdapat pada ke empat jenis <br />
disakarida; monosakarida lainnya adalah fruktosa dan galaktosa <br />
(gambar3.2). <br />
<br />
Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. Secara <br />
komersial gula pasir yang 99% terdiri atas sukrosa dibuat dari kedua <br />
macam bahan makanan tersebut melalui proses penyulingan dan <br />
kristalisasi. Gula merah yang banyak digunakan di indonesia dibuat dari <br />
tebu, kelapa atau enau melalui proses penyulingan tidak sempurna. <br />
Sukrosa juga terdapat di dalam buah, sayuran, dan madu. Bila dicernakan <br />
atau dihidrolisis, sukrosa pecah menjadi satu unit glukosa dan satu unit<br />
 fruktosa. Pada pembuatan sirup sebagian sukrosa (gula pasir) akan <br />
terurai menjadi glukosa dan fruktosa, yang disebut gula invert. Gula <br />
invert secara alami terdapat  di dalam madu dan rasanya lebih manis <br />
daripada sukrosa.<br />
<br />
Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Maltosa terbentuk pada<br />
 setiap pemecahan pati, seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila <br />
benih atau bijian berkecambah dan di dalam usus manusia pada pencernaan <br />
pati. Dalam proses berkecambah pati yang terdapat dalam padi-padian <br />
pecah menjadi maltosa, untuk kemudian diuraikan menjadi unit-unit <br />
glukosa tunggal sebagai makanan bagi benih ang sedang tumbuh. Produksi <br />
bir terjadi bila maltosa difermentasi menjadi alkohol. Bila dicernakan <br />
atau dihidrolisis, maltosa pecah menjadi dua unit glukosa.<br />
<br />
Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit<br />
 glukosa dan satu unit galaktosa. Kadar laktosa pada susu sapi adalah <br />
6,8 gram per 100 ml, sedangkan pada air susu ibu (ASI) 4,8 gram per 100 <br />
ml. banyak orang, terutama  yang berkulit berwarna (termasuk orang <br />
indonesia) tidak tahan tehadap susu sapi, karena kekurangan enzim <br />
laktase yang dibentuk di dalam dinding usus dan diperlukan untuk <br />
pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kekurangan laktase ini <br />
menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna <br />
tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan. Hal ini <br />
mempengaruhi jenis mikroorganisme yang tumbuh, yang menybabkan gejala <br />
kembung, kejang perut, dan diare. Ketidaktahanan terhadap laktosa lebih <br />
banyak terjadi pada orang tua. Laktosa adalah gula yang rasanya paling <br />
tidak manis (seperenam manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada <br />
disakarida lain.<br />
<br />
Trehalosa seperti juga maltosa, terdiri atas dua mol glukosa dan dikenal<br />
 sebagai gula ja-mur. Sebanyak 15% bagian kering jamur terdiri atas <br />
trehalosa. Trehalosa juga terdapat dalam serangga.   <br />
<br />
Gula alkohol <br />
Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintesis. Ada 4 jenis gula alkohol yaitu :<br />
Sorbitol<br />
Sorbitol terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial <br />
dibuat dari glukosa. Enzim aldolase reduktase dapat mengubah gugus <br />
aldehida (CHO) dalam glukosa menjadi alkohol (&#12310;CH&#12311;_2 OH). Sorbitol <br />
banyak digunakan dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes, <br />
seperti minuman ringan, selai dan kue &#8211; kue. Tingkat kemanisan sorbitol <br />
hanya 60 % bila dibandingkan denagn sukrosa, diabsorpsi lebih lambat dan<br />
 diubah di dalam hati menjadi glukosa. Pengaruhnya terhadap kadar gula <br />
drah lebih kecil daripada sukrosa. Konsumsi lebih dari 50 gr sehari <br />
dapat menyebabkan diare pada pasien diabetes. Sorbitol tidak mudah <br />
dimetabolisme oleh bakteri dalam mulut sehingga tidak mudah menimbulkan <br />
karies gigi. Oleh karena itu sorbitol banyak digunkan dalam pebuatan <br />
permen karet.  <br />
Manitol dan Dulsitol<br />
Manitol dan  Dulsitol adalah alkohol yang dibuat dari monosakarida <br />
manosa dan galaktosa. Manitol terdapat di dalam nanas, asparagus, ubi <br />
jalar, dan wortel. Secara komersialo manitol diekstraksi dari sejenis <br />
rumput laut. Kedua jenis alkohol ini banyak digunakan dalam industri <br />
pangan. <br />
inositol.<br />
Inositol merupakan alkohol siklis yang menyerupai glukosa. Inositol <br />
terdapat dalam banyak bahan makanan, terutama dalam sekam serealia.<br />
<br />
Oligosakarida <br />
Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida. <br />
Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri <br />
atas unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis <br />
oligosakarida ini terdapat du dalam biji tumbuh-tumbuhan dan <br />
kacang-kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim perncernaan. <br />
Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas <br />
beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa. Fruktan<br />
 terdapat di dalam serealia, bawang merah, bawang putih, dan asparagus. <br />
Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian besar di dalam usus <br />
besar difermentasi.<br />
<br />
Karbohidrat kompleks<br />
Karbohidrat kompleks terdiri atas :<br />
Polisakarida yang terdiri atas lebih dari 2 ikatan monosakarida <br />
Serat yang dinamakan juga polisakarida nonpati<br />
<br />
Polisakarida<br />
Karbohidrat kompleks ini dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula <br />
sederhana yang tersusun dalam bentuk rantai panjang lurus atau <br />
bercabang. Jenis polisakarida yang penting dalam ilmu gizi adalah pati, <br />
dekstrin, glikogen, dan polisakarida nonpati.<br />
Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan <br />
karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati terutama <br />
terdapat dalam padi-padian, biji-bijian, dan umbi-umbian. Jumlah unit <br />
glukosa dan susunannya dalam satu jenis pati berbeda satu sama lain, <br />
bergantung jenis tanaman asalnya. Bentuk butiran pati ini berbeda satu <br />
sama lain dengan karakteristik tersendiri dalam hal daya larut, daya <br />
mengentalkan, dan rasa. Amilosa merupakan rantai panjang unit glukosa <br />
yang tidak bercabang, sedangkan amilopektin adfalah polimer yang <br />
susunannya bercabang-cabang dengan 15-30 unit glukosa pada tiap cabang.<br />
Dekstrin merupakan produk antara pada perencanaan pati atau dibentuk <br />
melalui hidrolisis parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama <br />
karbohidrat dalam makanan lewat pipa (tube feeding). Cairan glukosa <br />
dalam hal ini merupakan campuran dekstrin, maltosa, glukosa, dan air. <br />
Karena molekulnya lebih besar dari sukrosa dan glukosa, dekstrin <br />
mempunyai pengaruh osmolar lebih kecil sehingga tidak mudah menimbulkan <br />
diare.<br />
Glikogen dinamakan juga pati hewan karena merupakan bentuk simpanan <br />
karbohidrat di dalam tubuh manusia dan hewan, yang terutama terdapat di <br />
dalam hati dan otot. Dua pertiga bagian dari glikogen disimpan dalam <br />
otot dan selebihnya dalam hati. Glikogen dalam otot hanya dapat <br />
digunakan untuk keperluan energi di dalam otot tersebut, sedangkan <br />
glikogen dalam hati dapat digunakan sebagai sumber energi untuk <br />
keperluan semua sel tubuh. Kelebihan glukosa melampaui kemampuan <br />
menyimpannya dalam bentuk glikogen akan diubah menjadi lemak dan <br />
disimpan dalam jaringan lemak.<br />
<br />
Polisakarida nonpati/serat<br />
Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak terlarut. Serat dalam saluran <br />
pencernaan manusia tidak dapat dicerna karena manusia tidak memiliki <br />
enzim. Meskipun demikian, dalam usus besar manusia terdapat beberapa <br />
bakteri yang dapat mencerna serat menjadi komponen serat sehingga produk<br />
 yang dilepas dapat diserap ke dalam tubuh dan dapat digunakan sebagai <br />
sumber energi.<br />
Klasifikasi serat<br />
Serat dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu :<br />
Serat kasar (crude fiber)<br />
Serat yang terlarut (dietary fiber)<br />
Komponen serat yang terbesar adalah polisakarida dan disebut dengan selulosa.<br />
<br />
Selulosa <br />
Selulosa merupakan bagian struktural dan material semua jenis tanaman. <br />
Dengan perkataan lain, batang tubuh tanaman, tangkai, akar, dan daun <br />
serta buahnya (wortel, biji &#8211; bijian, sayuran), kayu dan lainnya yang <br />
menunjang hidup tanamn. Komposisi selulosa lebih banyak mengandung <br />
glukosa dengan ikatan &#946; (1 &#8211; 4) daripada ikatan &#945; (1 &#8211; 4) atau &#945; (1 &#8211; 6)<br />
 dari pati. Namun enzim yang digunakan untuk menghidrolisis menjadi <br />
glukosa berbeda.<br />
<br />
Karbohidrat lain yang tidak terlarut (Pektin, Hemiselulosa, dan Lignin)<br />
Jenis karbohidrat ini umumnya tidak dapat dicerna oleh saluran <br />
pencernaan manusia. Kelompok ini bersama &#8211; sama dengan selulosa secara <br />
kolektif disebut dengan dietary fiber. Selulosa disebut sebagai crude <br />
fiber yang merupakan bagian dari dietary fiber secara keseluruhan.<br />
<br />
Dietary fiber<br />
Dietary fiber adalah suatu bahan yang tidak dapat dicerna oleh enzim <br />
pencernaan manusia. Beberapa bakteria dalam saluran pencernaan dapat <br />
mencerna serat ini dan menghasilkan suatu produk yang dapat diserap dan <br />
barkontribusi memberikan kalori penghasil energi.<br />
Dietary fiber berdasarkan sruktur kimia terbagi menjadi terlarut dan tak<br />
 terlarut. Serat yang terlarut ditemukan dalam buah-buahan, beberapa <br />
jenis kacang-kacangan, danbeberpa biji-bijian seperti oat, rye, dan <br />
barley.<br />
Serta tersebut terlarut dan membentuk gel dalam air. Bentukan gel ini <br />
dalam saluran pencernaan menyebabkan kecepatan melambat dalam mendorong <br />
komponen makanan ke usus. Keadaan ini memberikan kesempatan untuk <br />
meningkatkan absorpsi zat gizi. Serat yang terlaru mempunyai efek <br />
menurunkan kolesterol, karena serat merangsang peningkatan ekskresi asam<br />
 empedu ke dalam usus. Dengan demikian, absorpsi kolesterol dan lemak <br />
lainnya melambat, sehingga terjadi peningkatan produksi asam lemak <br />
rantai pendek dengan cara fermentasi. Faktor efek rendahnya kolesterol <br />
akibat serat terlarut ini menyebabkan serat terlarut menjadi faktor <br />
sangat penting, tetapi bagaiman mekanismenya masih belum banyak <br />
diketahui orang.<br />
<br />
Insoluble fiber (Serat tak Terlarut)<br />
Tergolong dalam insoluble fiber adalah selulosa, hemiselulosa, <br />
danlignin. Golongan ini dijumpai dalam sayuran dan kulit gandum. Serat <br />
jenis ini mempunyai kecenderungan menyerap air dan meningkatkan <br />
pemadatan (bukly) sehingga mempunyai kontribusi pada volume tinja <br />
menjadi besar. Dengan demikian, serat tak terlarut dapat meningkatkan <br />
kecepatan pergerakan material melalui saluran pencernaan sampai ke <br />
kolon. Poin penting adalah: serat dapat dicerna oleh inzim pencernaan <br />
manusia, tetapi sangat sedikit dan umumnya serat hanya lewat serta tidak<br />
 mengalami banyak perubahan. <br />
<br />
III. KESIMPULAN<br />
<br />
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah sebagai berikut:<br />
1. Ada tiga macam sumber karbohidrat, yang pertama adalah sumber <br />
karbohidrat yang berasal dari makanan berserat yaitu buah-buahan dan <br />
sayur-sayuran, kemudian simple karbohidrat yang didapat dari konsumsi <br />
gula dan yang terakhir adalah kompleks karbohidrat yang didapat dari <br />
nasi, kentang, jagung, roti, dan lain lain.<br />
2. Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam 2 golongan, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.<br />
3. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida, gula alkohol, dan oligosakarida.<br />
4. Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida dan serat.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=2cf86n1</guid>
</item>
<item>
<title>Model Pembelajaran Berbasis Proyek atau Tugas | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39m7db</link>
<pubDate>Fri, 25 Jan 2013 09:53:40 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model Pembelajaran Berbasis Proyek atau Tugas<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
 <br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;<br />
 mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
 mso-tstyle-colband-size:0;<br />
 mso-style-noshow:yes;<br />
 mso-style-priority:99;<br />
 mso-style-qformat:yes;<br />
 mso-style-parent:&quot;&quot;;<br />
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
 mso-para-margin-top:0cm;<br />
 mso-para-margin-right:0cm;<br />
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;<br />
 mso-para-margin-left:0cm;<br />
 line-height:115%;<br />
 mso-pagination:widow-orphan;<br />
 font-size:11.0pt;<br />
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;<br />
 mso-ascii-font-family:Calibri;<br />
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;<br />
 mso-hansi-font-family:Calibri;<br />
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;<br />
 mso-ansi-language:EN-US;<br />
 mso-fareast-language:EN-US;}<br />
 <br />
<br />
1.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; PengertianPembelajaran berbasis proyek atau tugas adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran berbasis proyek/tugas (project-based/task learning) membutuhkan suatu pendekatan pengajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkostruksikannya dalam produk nyata (Buck Institue for Eduction, 2001).Dalam pem&#173;bel&#173;ajaran berbasis proyek, siswa diberikan tu&#173;gas atau pro&#173;yek yang kompleks, cukup sulit, lengkap, tetapi realistik dan kemudian di&#173;be&#173;rikan bantuan secukupnya agar mereka dapat menyelesaikan tugas. Di sam&#173;ping itu, penerapan strategi pembel&#173;ajaran berbasis proyek/&#173;tugas ini mendo&#173;rong tumbuhnya kompetensi nurturant seperti kreativitas, ke&#173;mandirian, tanggung jawab, keper&#173;cayaan diri, dan berpikir kritis dan analitis.<br />
Dari berbagai karakteristiknya, Pembelajaran Berbasis Proyek didukung teori-teori belajar konstruktivistik. Konstruktivisme adalah teori belajar yang mendapat dukungan luas yang bersandar pada ide bahwa peserta didik membangun pengetahuannya sendiri di dalam konteks pengalamannya sendiri. Dalam konteks pembaruan di bidang teknologi pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dipandang sebagai pendekatan penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendorong pebelajar mengkonstruk pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung. Proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek dibangun berdasarkan ide-ide pebelajar sebagai bentuk alternatif pemecahan masalah riil tertentu, dan pebelajar mengalami proses belajar pemecahan masalah itu secara langsung.Menurut banyak literatur, konstruktivisme adalah teori belajar yang bersandar pada ide bahwa pebelajar mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri di dalam konteks pengalaman mereka sendiri (Murphy, 1997; Brook & Brook, 1993, 1999; Driver & Leach, 1993; Fraser, 1995). Pembelajaran konstruktivistik berfokus pada kegiatan aktif pebelajar dalam memperoleh pengalaman langsung (&#8220;doing&#8221;), ketimbang pasif &#8220;menerima&#8221; pengetahuan. Dari perspektif konstruktivis, belajar bukanlah murni fenomena stimulus-respon sebagaimana dikonsepsikan para behavioris, akan tetapi belajar adalah proses yang memerlukan pengaturan diri sendiri (self-regulation) dan pembangunan struktur konseptual melalui refleksi dan abstraksi (von Glaserfeld, dalam Murphy, 1997). Kegiatan nyata yang dilakukan dalam proyek memberikan pengalaman belajar yang dapat membantu refleksi dan mendekatkan hubungan aktivitas dunia nyata dengan pengetahuan konseptual yang melatarinya yang diharapkan akan dapat berkembang lebih luas dan lebih mendalam (Barron, Schwartz, Vye, Moore, Petrosino, Zech, Bransford, & The Cognition and Technology Group at Vanderbilt, 1998). Hal ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek, yang mendasarkan pada aktivitas dunia nyata, berpotensi memperluas dan memperdalam pengetahuan konseptual dan prosedural (Gagne, 1985), yang pada khasanah lain disebut juga knowing that dan knowing how (Wilson, 1995). Knowing &#8216;that&#8217; and &#8216;how&#8217; is not sufficient without the disposition to &#8216;do&#8217; (Kerka, 1997). Perluasan dan pendalaman pemahaman pengetahuan tersebut dapat diamati dengan mengukur peningkatan kecakapan akademiknya. Peranan guru yang utama adalah mengendalikan ide-ide dan interpretasi siswa dalam belajar, dan memberikan alternatif-alternatif melalui aplikasi, bukti-bukti, dan argumen-argumen.<br />
<br />
2.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Katakteristik pembelajaran berbasis proyek / tugasPembelajaran berbasis proyek memiliki potensi yang besar untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa ( Gear, 1998). Sedangkan menurut Buck Institute For Education (1999)dalam Made (2000, 145) belajar berbasis proyek memiliki karakteristik yaitu&#160; :a.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Siswa membuat keputusan dan membuat kerangka kerjab.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Terdapat masalah yang pemecahannya&#160; tidak ditentukan sebelumnyac.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Siswa merancang proses untuk mencapai hasild.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Siswa bertanggunga jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkane.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Siswa melakukan evaluasi secara kontinuf.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Siswa secara teratur melihat kembali apa yang meraka kerjakang.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Hasil akhir berupa produk dan di evaluasi kualitasnyah.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Kelas memiliki atmosfir yang memberikan toleransi kesalahan dan perubahan.<br />
<br />
3.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Ciri &#8211; ciri dan Prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek atau TugasAda lima criteria apakah suatu pembelajaran berproyek termasuk pembelajaran berbasis proyek , lima criteria itu yaitu :a.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Keterpusatan ( centrality)Proyek dalam pembelajaran berbasis proyek adalah pusat atau inti kurikulum, bukan pelengkap kurikulum ,didalam pembelajaran proyek adalah strategi pembelajaran, pelajaran mengalami dan belajar konsep &#8211; konsep inti suatu disiplin ilmu melalui proyek. Model ini merupakan pusat strategi pembelajaran, dimana siswa belajar konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Oleh karna itu, kerja proyek bukan merupakan praktik tambahan dan aplikasi praktis dari konsep yang sedang dipelajari , melainkan menjadi sentral kegiatan pembelajaran dikelas.<br />
b.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Berfokus pada pertanyaan atau masalahProyek dalam PBL adalah berfokus pada pertanyaan atau masalah , yang mendorong pelajar menjalani (dalam kerja keras ) konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti atau pokok dari disiplin.c.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Investigasi konstruktif atau desainProyek melibatkan pelajaran dalam investigasi konstruktif dapat berupadesain, pengambilan keputusan, penemuan masalah, pemecahan masalah, deskoveri akan tetapi aktifitas inti dari proyek ini harus meliputi transformasi dan kontruksi pengetahuand.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Bersifat otonomi pembelajaranLebih mengutamakan otonomi, pilihan waktu kerja dan tanggung jawab pelajaran terhadap proyeke.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Bersifat realismePembelajaran berebasis proyek melibatkan tantangan kehidupan nyata , berfokus pada pertanyaanatau masalah autentik bukan simulative dan pemecahannya berpotensi untuk diterapkan dilapangan yang sesungguhnya.<br />
4.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek atau tugasBerdasarkan kegiatan pengajar dan pelajar dalam pendekatan PBL, maka PBL yang akan dibuat di dalam lingkungan web terbagi dalam tiga tahapan yakni persiapan, pembelajaran dan evaluasi, tetapi dari tiga tahapan tersebut dapat dideskripsikan menjadi enam tahapan sebagai berikuta.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; PersiapanPengajar merancang desain atau membuat kerangka proyek yang bermanfaat dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pelajar dalam mengembangkan pemikiran terhadap proyek tersebut sesuai dengan kerangka yang ada, dan menyediakan sumber yang dapat membantu pengerjaannya. Hal ini akan mendukung keberhasilan pelajar dalam menyelesaikan suatu proyek dan cukup membantu dalam menjawab pertanyaan, beraktifitas dan berkarya. Kerangka menjadi sesuatu yang penting untuk dibaca dan digunakan oleh pelajar. Oleh karenanya, pengajar harus melakukan perannya dengan baik dalam menganalisa dan mengintegrasikan kurikulum, mengumpulkan pertanyaan, mencari web site atau sumber yang dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan proyek, dan menyimpannya di dalam web.b.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Penugasan/menentukan topik.Sesuai dengan tugas proyek yang diberikan oleh pengajar maupun pilihan sendiri, pelajar akan memperoleh dan membaca kerangka proyek, lalu berupaya mencari sumber yang dapat membantu. Dengan berdasar pada referensi alamat web yang berisi materi relevan, pelajar dengan cepat dan langsung mendapatkan materi yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Lalu pelajar berupaya berpikir dengan kemampuannya berdasar pada pengalaman yang dimiliki, membuat pemetaan topik, dan mengembangkan gagasannya dalam menentukan sub topik suatu proyek.                                                    <br />
c.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Merencanakan kegiatan.Pelajar bekerja dalam proyek individual, kelompok dalam satu kelas atau antar kelas. Pelajar menentukan kegiatan dan langkah yang akan diambil sesuai dengan sub topiknya, merencanakan waktu pengerjaan dari semua sub topik dan menyimpannya di dalam web. Jika bekerja dalam kelompok, tiap anggota harus mengikuti aturan dan memiliki rasa tanggungjawab. Sedangkan pengajar berkewajiban menyampaikan isi dari rencana proyeknya kepada orang tua, sehingga orang tua dapat ikut serta membantu dan mendukung anaknya dalam menyelesaikan proyek.d.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Investigasi dan penyajian.Investigasi disini termasuk kegiatan : menanyakan pada ahlinya melalui e-mail, memeriksa web site, dan saling tukar pengalaman dan pengetahuan serta melakukan survei melalui web. Dalam perkembangannya, terkadang berisi observasi, eksperimen, dan field trips. Diskusi dapat dilakukan secara sinkron dan asinkron melalui chating. Lalu penyajian hasil dapat berupa gambar, tulisan, diagram matematika, pemetaan dan lain-lain. Secara rutin, orang tua dan pengajar berkomunikasi untuk memantau kegiatan dan prestasi yang dicapai oleh pelajar.e.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Finishing.Pelajar membuat laporan, presentasi, halaman web, gambar, dan lain-lain. Sebagai hasil dari kegiatannya. Lalu pengajar dan pelajar membuat catatan terhadap proyek untuk pengembangan selanjutnya. Peserta menerima feedback atas apa yang dibuatnya dari kelompok, teman, dan pengajar. Fasilitas feedback online disajikan untuk memungkinkan setiap individu secara langsung berkomentar dan memberikan kontribusi, dan agar dilihat dan bermanfaat bagi orang lain.f.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Monitoring/Evaluasi.<br />
Pengajar menilai semua proses pengerjaan proyek yang dilakukan oleh tiap pelajar berdasar pada partisipasi dan produktifitasnya dalam pengerjaan proyek. 5.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; KesimpulanPembelajaran berbasis proyek / tugas adalah sebuah metode penyajian bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru kepada peserta didik berupa seperangkat tugas yang harus dikerjakan peserta didik, baik secara individual maupun secara kelompok.Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran dan memberikan kesempatan peserta didik melakukan sendiri kegiatan belajar yang ditugaskan. empat prinsip berikut ini akan membantu siswa dalam perjalana mereka menjadi pembelajar mandiri yang efektif. a.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Membuat tugas bermakna, jelas, dan menantangSalah satu tantangan paling sukar yang dihadapi guru pada saat mereka menggunakan pekerjaan kelas atau pekerjaan rumah adalah menjaga siswa tetap terlibat. Pada saat bekerja sendiri, sangat mudah bagi sisa untuk kehilangan minat dan melalukan tindakan yang tidak relevan, khususnya apabila tugas-tugas itu rutin.Kebanyakan guru setuju bahwa tugas pekerjaan kelas dan pekerjaan rumah mandiri yang dapat mempertahankan keterlibatan siswa memiliki tujuan yang jelas. Siswa perlu mengetahui dengan tepat apa yang mereka harus kerjakan, mengapa mereka mengerjakan pekerjaan itu, dan apa yang dibutuhkanuntuk menyelsaikan pekerjaan itu. Siswa-siswa itu tetap berada dalam tugas selama pekerjaan kelas dan menyelesaikan pekerjaan rumah apabila mereka menyikapi tugas-tugas tersebut secar bermakna.Linda Anderson (1985) menunjukan bahwa guru jarang menaruh perhatian pada tujuan pekerjaan kelas atau strategi-strategi belajar yang telibat. Sebaliknya, guru menekankan pada arahan-arahan procedural. Sebagai contoh guru dpat menghabiskan waktu banyak menjelaskan kepad siswa di mana menulis nama di kertas atau bagaimana menyusun jawaban-jawabannya. Sementar petunjuk-petunjuk tentang &#8220;apa yang dilakukan&#8221; adalah penting guru tidak menyertakan penjelasan tentang &#8220;mengapa&#8221; sesuatu harus dikerjakan dan proses-proses pembelajaran yang terlibat. Sebelum memberikan suatu tugas, guru hendaknya mempertimbangkan cirri penting itu secara seksama dan kemudian menyediakan waktu cukupuntuk menjelaskan cirri penting itu kepada siswa.b.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Menganekaragamkan Tugas-tugas Sama dengan kehidupan pada umumnya, keanekaragaman menambah daya tarik tugas pekerjaan kelas dan pekerjaan rumah.siswa kemungkinan besar ttap terlibata dan mengerjakan pekerjaan mereka jika tugas-tugas lebih bervariasi dan menarik daripada rutindan monoton. Guru yang efektif mengubah panjang dan cara tugas yang diberikan di samping hakikat tugas beljar dan strategi-strategi kognitif yang telibat. Membaca di dalam hati, laporan proyek-proyek khusus, dan bahan-bahan multimedia menawarkn berbagai macam cara untuk menyelesaikan pekerjaan mandiri. Pilihan kemungkinan tidak terbatas dan tidak aka alasan bagi guru untuk membuat jenis tugas yang sama dari hari ke hari. <br />
c.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Menaruh Perhatian pada Tingkat KesulitanMenetapkan tingkat kesulitan yang cocok atas tugas-tugas yang diberikan kepada siswa merupakan suatu bahan baku penting untuk keterlibatan berkelanjutan yang dibutuhkan untuk penyelesaian tugas-tugas tersebut. Apabila siswa diharapkan untuk bekerja secara mandiri, tugas tesebut sehrusnya memiliki tingkat kesulitan yang menjamin kemungkinan berhasil tinggi. Siswa tidak akan tertantang ketika tugas-tugas yang diberikan guru terlalu mudah. Mereka menyikapi tugas-tugas seperti sebagai pekerjaan yang tidak menantang. Pada umumnya tugas yang baik perlu memiliki tingkat kesulitan cukup sehingga kebanyakan siswa memandangnya sebagai sesuatu yang menantang, namun cukup mudah sehingga kebanyakan siswa akan menemukan pemecahannya dan mengerjakan tugas tersebut atas jerih payah sendiri.<br />
d.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Memonitor Kemajuan SiswaAkhirnya, merupakan hal penting bagi guru untuk memonitor tugas-tugas pekerjaan kelas dan pekerjaan rumah. Monitoring hendaknya meliputi pengecekan untuk mengetahui apakah siswa memahami tugas mereka dan proses-proses kognitif yang telibat. Monitoring ini juga termasuk pengecekan pekerjaan siswa dan mengembalikan tugas dengan umpan balik. Pad saat beberfapa siswa diberikan pekerjaan kelas, maka guru dapat bekerja dengan siswa lain.a dianjurkan agar guru menyediakan waktu 5 atau 10 menit untuk berkeliling di antara siswa yang bekerja untuk memastikan apakah mereka memahami tugas tersebut sebelum menangani siswa-siswa lain. Apabila siswa bekerja dalam kelompok-kelompok, maka guru hendaknya berada dalam kelompok-kelompok tersebut secara bergantian dan berkeliling di antara siswa yang bekerja secara mandiri. Meskipun mengoreksi tugas menghabiskan waktu, hendaknya guru mengoreksi pekerjaan yang dibuat siswa dan mengembalikan kepda mereka dengan umpan balik.Kompetensi yang dikembangkan selain kompetensi disiplin ilmu (discipline-based competencies) dan kompetensi interpersonal (interpersonal competencies ) dan kompetensi intrapersonal ( intrapersonal competencies) dalam diri siswa. Kompetensi disiplin ilmu berkaitan dengan pemahaman konsep, prinsip dan teori dari disiplin ilmu. Kompetensi interpersonal mencakup kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berperilaku sopan dan baik, menangani konflik, bekerjasama, membantu orang lain, dan menjalin hubungan dengan orang lain dan masyarakat. Kompetensi intrapersonal mencakup apresiasi terhadap keragaman, melakukan refleksi diri, disiplin, beretos kerja tinggi, membiasakan diri hidup sehat, mengendalikan emosi, tekun, mandiri, dan mempunyai motivasi. &#160;Kompetensi yang telah diidentifikasi dari pebelajar ini merupakan kompetensi yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya, dan sebagai tenaga kerja merupakan kompetensi yang amat penting di tempat kerja. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan kompetensi tersebut berlangsung di antara pebelajar. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan. <br />
6.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Keuntungan dan kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek atau tugas&#232; Keuntungan dari Belajar Berbasis Proyek adalah sebagai berikut: a.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.b.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.c.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Meningkatkan kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi ( Johnson & Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davidov, 1995). d.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. e.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Increased resource &#8211; management skillsPembelajaran berbasis proyek yang diimplementasikan secara baik menberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam pengorganisasian proyek dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperi perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.&#232; Kelemahan dari pembelajaran ini yaitu :a.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Kebanyakan permasalahan &#8220;dunia nyata&#8221; yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan , untuk itu disarankan mengajarkan dengan cara melatih dan menfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah .b.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan masalah.c.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Memerlukan biaya yang cukup banyakd.&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Banyak peralatan yang harus disediakanUntuk mengatasi kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek seorang peserta didik dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah , membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek, meminimaliskan dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat dilingkungan sekitar , memilih lokasi penelitian yang terjangkau yang tidak membutuhkan banyak&#160; biaya dan waktu.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=39m7db</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=6k9d26</link>
<pubDate>Tue, 22 Jan 2013 08:08:55 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses <br />
pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses <br />
pembelajaran.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=6k9d26</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=87272q</link>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2013 14:36:59 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Picture and Picture:<br />
Kelebihan: <br />
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.<br />
2. Melatih berpikir logis dan sistematis. <br />
3. Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir, <br />
4. Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.<br />
5. Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas<br />
Kekurangan:<br />
1. Memakan banyak waktu<br />
2. Banyak siswa yang pasif.<br />
3. Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan dikelas.<br />
4. Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain <br />
5. Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=87272q</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED INTRODUCTION) | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=6j95g6</link>
<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 15:23:18 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[E. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pemanfaatannya<br />
<br />
Kelebihan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pemanfaatannya adalah sebagai berikut.<br />
1. Mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan kreatif <br />
2. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah <br />
3. Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar<br />
4. Membantu siswa belajar untuk mentransfer pengetahuan dengan situasi baru <br />
5. Dapat mendorong siswa/mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri<br />
6. Mendorong kreativitas siswa dalam pengungkapan penyelidikan masalah yang telah ia lakukan<br />
7. Dengan PBM akan terjadi pembelajaran bermakna.<br />
8. Dalam situasi PBM, siswa/mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.<br />
9. PBM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif siswa/mahasiswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.<br />
<br />
Kekurangan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pemanfaatannya adalah sebagai berikut.<br />
1. Kurang terbiasanya peserta didik dan pengajar dengan metode ini. Peserta didik dan pengajar masih terbawa kebiasaan metode konvensional, pemberian materi terjadi secara satu arah.<br />
2. Kurangnya waktu pembelajaran. Proses PBM terkadang membutuhkan waktu yang lebih banyak. Peserta didik terkadang memerlukan waktu untuk menghadapi persoalan yang diberikan. Sementara, waktu pelaksanaan PBM harus disesuaikan dengan beban kurikulum.<br />
3. Menurut Fincham et al. (1997), &quot;PBL tidak menghadirkan kurikulum baru tetapi lebih pada kurikulum yang sama melalui metode pengajaran yang berbeda,&quot; (hal. 419).<br />
4. Siswa tidak dapat benar-benar tahu apa yang mungkin penting bagi mereka untuk belajar, terutama di daerah yang mereka tidak memiliki pengalaman sebelumnya.<br />
5. Seorang guru mengadopsi pendekatan PBL mungkin tidak dapat untuk menutup sebagai bahan sebanyak kursus kuliah berbasis konvensional. PBL bisa sangat menantang untuk melaksanakan, karena membutuhkan banyak perencanaan dan kerja keras bagi guru. Ini bisa sulit pada awalnya bagi guru untuk &quot;melepaskan kontrol&quot; dan menjadi fasilitator, mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan yang tepat daripada menyerahkan mereka solusi]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=6j95g6</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED INTRODUCTION) | Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=ggh3i9</link>
<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 15:03:28 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Bridges (1992) dan Charlin (1998)<br />
Dalam melaksanakan proses pembelajaran PBM ini, Bridges dan Charlin telah menggariskan beberapa ciri-ciri utama seperti berikut.<br />
1. Pembelajaran berpusat dengan masalah.<br />
2. Masalah yang digunakan merupakan masalah dunia sebenarnya yang mungkin akan dihadapi oleh siswa dalam kerja profesional mereka di masa depan.<br />
3. Pengetahuan yang diharapkan dicapai oleh siswa saat proses pembelajaran disusun berdasarkan masalah.<br />
4. Para siswa bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran mereka sendiri.<br />
5. Siswa aktif dengan proses bersama.<br />
6. Pengetahuan menyokong pengetahuan yang baru.<br />
7. Pengetahuan diperoleh dalam konteks yang bermakna.<br />
8. Siswa berpeluang untuk meningkatkan serta mengorganisasikan pengetahuan.<br />
9. Kebanyakan pembelajaran dilaksanakan dalam kelompok kecil.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=ggh3i9</guid>
</item>
<item>
<title>MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED INTRODUCTION) ~ Ras Eko Budi Santoso (Marginalers)</title>
<link>http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=9u8p1j</link>
<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 04:50:57 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Konsep ini menjelaskan bahwa belajar terjadi dari aksi siswa, dan pendidik hanya berperan dalam memfasilitasi terjadinya aktivitas kontruksi pengetahuan oleh pembelajar. Pendidik harus memusatkan perhatiannya untuk membantu siswa dalam mencapai keterampilan self directed learning.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~ras-eko.blogspot.com?copy=9u8p1j</guid>
</item>
</channel>
</rss>