<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
				  >
<channel>
<title>Blog Copy / www.arsitektur-ku.blogspot.com</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com</link>
<description><![CDATA[Copies from www.arsitektur-ku.blogspot.com]]></description>
<image><title>BlogCopy RSS Feed</title>
<link>http://blogcopy.com</link>
<url>http://blogcopy.com/int/fpix.php?bd=70n6</url>
</image>
<language>en-us</language>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 14:31:04 +0000</pubDate>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=z74hhv</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 13:28:09 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Gambar Perencanaan Bangunan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Merencanakan atau membuat suatu bangunan dibutuhkan beberapa jenis gambar teknik yang saling berkaitan dan saling melengkapi, yaitu :&#160;<br />
<br />
<br />
1. Gambar Sketsa<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar sketsa adalah hasil pemikiran pertama berdasarkan data informasi yang diterima dalam perencanaan suatu bangunan.<br />
Gambar sketsa <br />
merupakan gambar yang jelas tentang denah pembagian ruangan, bentuk <br />
bangunan (biasanya gambar perspektif), serta kemungkinan pelaksanaannya. <br />
<br />
2. Gambar Pra-Rencana<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini terdiri dari gambar sketsa dilengkapi dengan beberapa gambar tampak dan potongan yang dianggap penting.<br />
Gambar pra-rencana biasanya dilengkapi dengan anggaran biaya taksiran yang dihitung berdasarkan per m3 luas lantai atau setiap m3 isi ruangan.<br />
Gambar pra-rencana biasa digunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya antara perencana dengan pemberi tugas.<br />
<br />
3. Gambar Situasi<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar situasi adalah suatu gambar teknik yang melukiskan letak atau posisi bangunan pada arah daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk dan saluran pembuangan air serta sempadan.<br />
Gambar situasi biasanya digambar dalam skala 1:200 atau 1:500<br />
<br />
4. Gambar Denah<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar denah adalah gambar suatu yang melukiskan tampak atas dari suatu bangunan setelah dipotong setinggi &#177;1m dari permukaan lantai.<br />
Dari gambar denah akan terlihat bentuk, batas, ukuran serta perlengkapan ruangan yang sifatnya permanen dan ada didalam bangunan tersebut.<br />
Karena dipotong &#177;1m dari permukaan lantai, maka lebar pintu/jendela akan terlihat dengan jelas, sedangkan bouvenlight dan bentuk atap tergambar dengan garis strip-strip.<br />
Pada gambar denah dicantumkan/diperlihatkan daerah pemotongan sebagai pedoman pembuatan gambar potongan.<br />
<br />
5. Gambar Potongan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar potongan adalah gambar yang bertujuan memperlihatkan keadaan serta bentuk konstruksi dari suatu bangunan sekaligus memperjelas ukurannya, mulai dari lantai, dasar pondasi, posisi serta elevasi pintu/jendela, ketinggian balok keliling, ketinggian bubungan atap dan lain-lain.<br />
Gambar potongan terdiri dari gambar potongan memanjang dan gambar potongan melintang.<br />
Penentuan gambar potongan diambil pada bagian yang membutuhkan kejelasan suatu konstruksi bangunan.<br />
Skala yang digunakan untuk menggambar gambar potongan adalah 1:100<br />
<br />
6. Gambar Tampak<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar tampak adalah suatu gambar teknik yang memperlihatkan bagaimana bentuk luas suatu bangunan, penggambarannya menggunakan/mengikuti sistem proyeksi ortogonal, dimana satu bidang proyeksi hanya akan memperlihatkan satu sisi bangunan tersebut.<br />
Suatu gambar denah terdiri dari 4 gambar tampak yaitu: tampak muka, tampak samping kanan, tampak samping kiri dan tampak belakang.<br />
Gambar tampak tidak perlu dilengkapi dengan ukuran baik lebar, panjang maupun tinggi bangunan, tetapi harus digambar dengan semenarik mungkin lengkap dengan dekorasi sesuai dengan perencanaannya.<br />
Gambar tampak disebut juga gambar arsitektur, dan digambarkan dengan skala 1:100.<br />
<br />
7. Gambar Struktur<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar struktur adalah suatu gambar teknik berupa gambar rangka suatu konstruksi, seperti rangka beton, atap dan sebagainya.<br />
Tujuan gambar struktur, untuk memperjelas bentuk dan letak konstruksi yang sudah diperlihatkan pada gambar potongan, yang bisa membantu perencana dalam menghitung anggaran biaya bangunan dan membantu pelaksana dalam mewujudkan fisik bangunan dilapangan.<br />
Gambar struktur harus dilengkapi dengan informasi berupa nama serta ukuran yang lengkap dari konstruksi yang bersangkutan.<br />
<br />
8. Gambar Penjelasan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini menjelaskan bagian-bagian (detail) yang penting dan sulit dari suatu konstruksi (Misal: konstruksi kusen/pintu/jendela/kuda-kuda) atau bagian-bagian konstruksi yang bersifat arsitektonis.<br />
Gambar penjelasan harus dilengkapi dengan ukuran dan nama sehingga pelaksana dilapangan tidak menemukan kesulitan dalam mewujudkannya.<br />
Gambar penjelasan biasanya digambar dengan skala 1:5 sampai 1:20 atau sesuai dengan kebutuhan.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=z74hhv</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inqvit</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:31:28 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://4.bp.blogspot.com/-RxWbspw-8fU/TzY51TN2-NI/AAAAAAAAAQc/SNyR_Wde-yo/s400/pot kuda 3.JPG]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inqvit</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqhtc6</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:30:37 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://4.bp.blogspot.com/-RjxKOjKsPps/TzY7WcJIFAI/AAAAAAAAAQk/o-Kpi9WEx70/s400/konstruksi-kuda--kuda-2d--cover-roof--construction--in-2d_37845.gif]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqhtc6</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=2tcm823</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:29:52 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://2.bp.blogspot.com/-S9osf0COZJw/TzY4pgQ65QI/AAAAAAAAAQU/hqKcODYPMcY/s400/gambar-tampak-depan-rumah-minimalis1-300x211.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=2tcm823</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=39vzowe</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:28:53 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://4.bp.blogspot.com/-wF40jbZLafg/TzY4CpKciuI/AAAAAAAAAQM/Y0ybijyVVOM/s1600/2.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=39vzowe</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=3qfd5sy</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:28:39 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://4.bp.blogspot.com/-wF40jbZLafg/TzY4CpKciuI/AAAAAAAAAQM/Y0ybijyVVOM/s1600/2.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=3qfd5sy</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1w9v9w8</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:27:20 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://1.bp.blogspot.com/-vUrWr_02UHc/TzY3pdxgRnI/AAAAAAAAAQE/s7qV4J6KZOA/s400/denah140c.gif]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1w9v9w8</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inquet</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:21:32 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://1.bp.blogspot.com/-K1acbu_7Quc/TzY1IvnH-MI/AAAAAAAAAP0/nC8G68aai7Y/s400/Contoh-Gambar-IMB-Rumah.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inquet</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inqu4t</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:19:59 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://1.bp.blogspot.com/-K1acbu_7Quc/TzY1IvnH-MI/AAAAAAAAAP0/nC8G68aai7Y/s400/Contoh-Gambar-IMB-Rumah.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inqu4t</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqhro6</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:17:47 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Gambar Perencanaan Bangunan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Merencanakan atau membuat suatu bangunan dibutuhkan beberapa jenis gambar teknik yang saling berkaitan dan saling melengkapi, yaitu :&#160;<br />
<br />
<br />
1. Gambar Sketsa<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar sketsa adalah hasil pemikiran pertama berdasarkan data informasi yang diterima dalam perencanaan suatu bangunan.<br />
Gambar sketsa <br />
merupakan gambar yang jelas tentang denah pembagian ruangan, bentuk <br />
bangunan (biasanya gambar perspektif), serta kemungkinan pelaksanaannya. <br />
<br />
2. Gambar Pra-Rencana<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini terdiri dari gambar sketsa dilengkapi dengan beberapa gambar tampak dan potongan yang dianggap penting.<br />
Gambar pra-rencana biasanya dilengkapi dengan anggaran biaya taksiran yang dihitung berdasarkan per m3 luas lantai atau setiap m3 isi ruangan.<br />
Gambar pra-rencana biasa digunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya antara perencana dengan pemberi tugas.<br />
<br />
3. Gambar Situasi<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar situasi adalah suatu gambar teknik yang melukiskan letak atau posisi bangunan pada arah daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk dan saluran pembuangan air serta sempadan.<br />
Gambar situasi biasanya digambar dalam skala 1:200 atau 1:500<br />
<br />
4. Gambar Denah<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar denah adalah gambar suatu yang melukiskan tampak atas dari suatu bangunan setelah dipotong setinggi &#177;1m dari permukaan lantai.<br />
Dari gambar denah akan terlihat bentuk, batas, ukuran serta perlengkapan ruangan yang sifatnya permanen dan ada didalam bangunan tersebut.<br />
Karena dipotong &#177;1m dari permukaan lantai, maka lebar pintu/jendela akan terlihat dengan jelas, sedangkan bouvenlight dan bentuk atap tergambar dengan garis strip-strip.<br />
Pada gambar denah dicantumkan/diperlihatkan daerah pemotongan sebagai pedoman pembuatan gambar potongan.<br />
<br />
5. Gambar Potongan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar potongan adalah gambar yang bertujuan memperlihatkan keadaan serta bentuk konstruksi dari suatu bangunan sekaligus memperjelas ukurannya, mulai dari lantai, dasar pondasi, posisi serta elevasi pintu/jendela, ketinggian balok keliling, ketinggian bubungan atap dan lain-lain.<br />
Gambar potongan terdiri dari gambar potongan memanjang dan gambar potongan melintang.<br />
Penentuan gambar potongan diambil pada bagian yang membutuhkan kejelasan suatu konstruksi bangunan.<br />
Skala yang digunakan untuk menggambar gambar potongan adalah 1:100<br />
<br />
6. Gambar Tampak<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar tampak adalah suatu gambar teknik yang memperlihatkan bagaimana bentuk luas suatu bangunan, penggambarannya menggunakan/mengikuti sistem proyeksi ortogonal, dimana satu bidang proyeksi hanya akan memperlihatkan satu sisi bangunan tersebut.<br />
Suatu gambar denah terdiri dari 4 gambar tampak yaitu: tampak muka, tampak samping kanan, tampak samping kiri dan tampak belakang.<br />
Gambar tampak tidak perlu dilengkapi dengan ukuran baik lebar, panjang maupun tinggi bangunan, tetapi harus digambar dengan semenarik mungkin lengkap dengan dekorasi sesuai dengan perencanaannya.<br />
Gambar tampak disebut juga gambar arsitektur, dan digambarkan dengan skala 1:100.<br />
<br />
7. Gambar Struktur<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar struktur adalah suatu gambar teknik berupa gambar rangka suatu konstruksi, seperti rangka beton, atap dan sebagainya.<br />
Tujuan gambar struktur, untuk memperjelas bentuk dan letak konstruksi yang sudah diperlihatkan pada gambar potongan, yang bisa membantu perencana dalam menghitung anggaran biaya bangunan dan membantu pelaksana dalam mewujudkan fisik bangunan dilapangan.<br />
Gambar struktur harus dilengkapi dengan informasi berupa nama serta ukuran yang lengkap dari konstruksi yang bersangkutan.<br />
<br />
8. Gambar Penjelasan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini menjelaskan bagian-bagian (detail) yang penting dan sulit dari suatu konstruksi (Misal: konstruksi kusen/pintu/jendela/kuda-kuda) atau bagian-bagian konstruksi yang bersifat arsitektonis.<br />
Gambar penjelasan harus dilengkapi dengan ukuran dan nama sehingga pelaksana dilapangan tidak menemukan kesulitan dalam mewujudkannya.<br />
Gambar penjelasan biasanya digambar dengan skala 1:5 sampai 1:20 atau sesuai dengan kebutuhan.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqhro6</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=z74aov</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 12:17:16 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://3.bp.blogspot.com/-8bFJlQxK_p0/TzY02uuXaFI/AAAAAAAAAPs/u3-xIgLteig/s320/sketsa-rumah.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=z74aov</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=3qfcp2g</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:08:38 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/09/schedule-properties1.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=3qfcp2g</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=3qfcb6g</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 08:06:18 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Di bagian ini, kembali kita akan melengkapi bangunan dengan objek <br />
arsitektur. Kali ini objek yang ditambahkan adalah atap. Ada beberapa <br />
metode dalam membuat atap. Namun yang dibahas dalam seri tutorial ini <br />
adalah menggunakan footprints.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Selanjutnya kita akan menambahkan atap <br />
bangunan. Bukalah view floor plans: atap. Untuk bangunan ini, kita akan <br />
membuat dua buah atap, yaitu dak beton dan atap genteng.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Membuat Atap Dak<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Membuat atap sama caranya dengan membuat lantai. Anda juga membuat <br />
sketch untuk mendefenisikan bentuk atap anda.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
1. Bukalah Floor Plans: Atap.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Aktifkan roof&gt;roof by footprint dari design bar. Anda kembali <br />
masuk ke mode sketch.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
2. Dari option bar, pastikan defines slope non-aktif.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Dari design bar, aktifkan roof properties. Pada dialog yang muncul <br />
ubahlah tipe atap anda menjadi generic-125 mm. Klik OK.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
3. Ubahlah mode pick walls menjadi lines. Pilihlah lines dari design <br />
bar.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Buatlah sketch atap dak seperti gambar berikut. Gunakan teknik yang <br />
telah anda pelajari saat membuat lantai.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Buat dikedua sisi kiri dan kanan terlebih dahulu. Lanjutkan dengan <br />
membuat sisi lainnya dengan offset 500.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
4. Kita hanya akan menggunakan dak atap ini sebagai saluran <br />
pembuangan air hujan. Karena itu kita akan membuka bagian tengahnya.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Tambahkan poligon di bagian dalamnya seperti berikut. Gunakan mode <br />
lines, dan buat dengan offset 800.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
5. Klik finish roof.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Klik no saat Revit menanyakan apakah anda ingin dinding anda di <br />
attach ke atap.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Membuat Atap dengan Slope<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Sekarang kita akan menambahkan atap dengan slope di atas atap dak.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
1. Jika anda belum membuka view floor plans: atap, klik ganda dari <br />
project browser untuk membukanya.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
2. Aktifkan roof&gt;roof by footprint.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Pada option bar, pastikan bahwa define slope aktif.<br />
Aktifkan roof properties pada design bar. Pada dialog yang muncul, <br />
berikan nilai 200 pada parameter base offset from level.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
3. Gantilah dari mode pick walls menjadi lines. Defenisikan offset <br />
pada option bar menjadi 200.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Buatlah garis sketch mengikuti sisi dalam atap dak.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Klik finish roof. Periksalah model anda pada 3D view.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
4. Kita akan melakukan sedikit modifikasi terhadap atap ini.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Pilihlah atap tersebut, dan klik edit pada option bar. Anda kembali <br />
ke mode sketch.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Tahan [ctrl] dan klik garis yang ditunjukkan berikut ini.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Matikan pilihan define slope pada option bar. Perhatikan bahwa pada <br />
ketiga garis tersebut tanda slope tidak lagi ditampilkan.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
5. Pilihlah dua garis terbawah yang anda modifikasi di langkah 4.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
 Aktifkan move dari toolbar.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Klik pada titik kosong di area gambar anda, gerakkan pointer anda ke <br />
bawah. Ketik 300, lalu tekan [enter].<br />
Pindahkan pula garis teratas di langkah 4 ke atas 300 mm.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
6. Klik finish roof. Sekarang periksa kembali model anda.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Perhatikan bahwa pada bagian atap yang terbuka tampak kosong.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
7. Pilihlah dinding di bawah anak panah.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Klik attach pada option bar, lalu pilih atap anda. Attach akan <br />
meninggikan dinding anda sampai menyentuh atap.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Lakukan hal yang sama untuk dinding di bagian belakang.<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Catatan: Anda dapat mendefenisikan atap dan lantai <br />
komposit seperti dinding.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=3qfcb6g</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqgwz6</link>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 07:57:20 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Merencanakan atau membuat suatu bangunan dibutuhkan beberapa jenis gambar teknik yang saling berkaitan dan saling melengkapi, yaitu :&#160;<br />
<br />
<br />
1. Gambar Sketsa<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar sketsa adalah hasil pemikiran pertama berdasarkan data informasi yang diterima dalam perencanaan suatu bangunan.<br />
Gambar sketsa <br />
merupakan gambar yang jelas tentang denah pembagian ruangan, bentuk <br />
bangunan (biasanya gambar perspektif), serta kemungkinan pelaksanaannya. <br />
<br />
2. Gambar Pra-Rencana<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini terdiri dari gambar sketsa dilengkapi dengan beberapa gambar tampak dan potongan yang dianggap penting.<br />
Gambar pra-rencana biasanya dilengkapi dengan anggaran biaya taksiran yang dihitung berdasarkan per m3 luas lantai atau setiap m3 isi ruangan.<br />
Gambar pra-rencana biasa digunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya antara perencana dengan pemberi tugas.<br />
<br />
3. Gambar Situasi<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar situasi adalah suatu gambar teknik yang melukiskan letak atau posisi bangunan pada arah daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk dan saluran pembuangan air serta sempadan.<br />
Gambar situasi biasanya digambar dalam skala 1:200 atau 1:500<br />
<br />
4. Gambar Denah<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar denah adalah gambar suatu yang melukiskan tampak atas dari suatu bangunan setelah dipotong setinggi &#177;1m dari permukaan lantai.<br />
Dari gambar denah akan terlihat bentuk, batas, ukuran serta perlengkapan ruangan yang sifatnya permanen dan ada didalam bangunan tersebut.<br />
Karena dipotong &#177;1m dari permukaan lantai, maka lebar pintu/jendela akan terlihat dengan jelas, sedangkan bouvenlight dan bentuk atap tergambar dengan garis strip-strip.<br />
Pada gambar denah dicantumkan/diperlihatkan daerah pemotongan sebagai pedoman pembuatan gambar potongan.<br />
<br />
5. Gambar Potongan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar potongan adalah gambar yang bertujuan memperlihatkan keadaan serta bentuk konstruksi dari suatu bangunan sekaligus memperjelas ukurannya, mulai dari lantai, dasar pondasi, posisi serta elevasi pintu/jendela, ketinggian balok keliling, ketinggian bubungan atap dan lain-lain.<br />
Gambar potongan terdiri dari gambar potongan memanjang dan gambar potongan melintang.<br />
Penentuan gambar potongan diambil pada bagian yang membutuhkan kejelasan suatu konstruksi bangunan.<br />
Skala yang digunakan untuk menggambar gambar potongan adalah 1:100<br />
<br />
6. Gambar Tampak<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar tampak adalah suatu gambar teknik yang memperlihatkan bagaimana bentuk luas suatu bangunan, penggambarannya menggunakan/mengikuti sistem proyeksi ortogonal, dimana satu bidang proyeksi hanya akan memperlihatkan satu sisi bangunan tersebut.<br />
Suatu gambar denah terdiri dari 4 gambar tampak yaitu: tampak muka, tampak samping kanan, tampak samping kiri dan tampak belakang.<br />
Gambar tampak tidak perlu dilengkapi dengan ukuran baik lebar, panjang maupun tinggi bangunan, tetapi harus digambar dengan semenarik mungkin lengkap dengan dekorasi sesuai dengan perencanaannya.<br />
Gambar tampak disebut juga gambar arsitektur, dan digambarkan dengan skala 1:100.<br />
<br />
7. Gambar Struktur<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar struktur adalah suatu gambar teknik berupa gambar rangka suatu konstruksi, seperti rangka beton, atap dan sebagainya.<br />
Tujuan gambar struktur, untuk memperjelas bentuk dan letak konstruksi yang sudah diperlihatkan pada gambar potongan, yang bisa membantu perencana dalam menghitung anggaran biaya bangunan dan membantu pelaksana dalam mewujudkan fisik bangunan dilapangan.<br />
Gambar struktur harus dilengkapi dengan informasi berupa nama serta ukuran yang lengkap dari konstruksi yang bersangkutan.<br />
<br />
8. Gambar Penjelasan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini menjelaskan bagian-bagian (detail) yang penting dan sulit dari suatu konstruksi (Misal: konstruksi kusen/pintu/jendela/kuda-kuda) atau bagian-bagian konstruksi yang bersifat arsitektonis.<br />
Gambar penjelasan harus dilengkapi dengan ukuran dan nama sehingga pelaksana dilapangan tidak menemukan kesulitan dalam mewujudkannya.<br />
Gambar penjelasan biasanya digambar dengan skala 1:5 sampai 1:20 atau sesuai dengan kebutuhan.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqgwz6</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqf4t6</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 19:46:22 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[1. Gambar Sketsa<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar sketsa adalah hasil pemikiran pertama berdasarkan data informasi yang diterima dalam perencanaan suatu bangunan.<br />
Gambar sketsa <br />
merupakan gambar yang jelas tentang denah pembagian ruangan, bentuk <br />
bangunan (biasanya gambar perspektif), serta kemungkinan pelaksanaannya. <br />
<br />
2. Gambar Pra-Rencana<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini terdiri dari gambar sketsa dilengkapi dengan beberapa gambar tampak dan potongan yang dianggap penting.<br />
Gambar pra-rencana biasanya dilengkapi dengan anggaran biaya taksiran yang dihitung berdasarkan per m3 luas lantai atau setiap m3 isi ruangan.<br />
Gambar pra-rencana biasa digunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya antara perencana dengan pemberi tugas.<br />
<br />
3. Gambar Situasi<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar situasi adalah suatu gambar teknik yang melukiskan letak atau posisi bangunan pada arah daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk dan saluran pembuangan air serta sempadan.<br />
Gambar situasi biasanya digambar dalam skala 1:200 atau 1:500<br />
<br />
4. Gambar Denah<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar denah adalah gambar suatu yang melukiskan tampak atas dari suatu bangunan setelah dipotong setinggi &#177;1m dari permukaan lantai.<br />
Dari gambar denah akan terlihat bentuk, batas, ukuran serta perlengkapan ruangan yang sifatnya permanen dan ada didalam bangunan tersebut.<br />
Karena dipotong &#177;1m dari permukaan lantai, maka lebar pintu/jendela akan terlihat dengan jelas, sedangkan bouvenlight dan bentuk atap tergambar dengan garis strip-strip.<br />
Pada gambar denah dicantumkan/diperlihatkan daerah pemotongan sebagai pedoman pembuatan gambar potongan.<br />
<br />
5. Gambar Potongan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar potongan adalah gambar yang bertujuan memperlihatkan keadaan serta bentuk konstruksi dari suatu bangunan sekaligus memperjelas ukurannya, mulai dari lantai, dasar pondasi, posisi serta elevasi pintu/jendela, ketinggian balok keliling, ketinggian bubungan atap dan lain-lain.<br />
Gambar potongan terdiri dari gambar potongan memanjang dan gambar potongan melintang.<br />
Penentuan gambar potongan diambil pada bagian yang membutuhkan kejelasan suatu konstruksi bangunan.<br />
Skala yang digunakan untuk menggambar gambar potongan adalah 1:100<br />
<br />
6. Gambar Tampak<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar tampak adalah suatu gambar teknik yang memperlihatkan bagaimana bentuk luas suatu bangunan, penggambarannya menggunakan/mengikuti sistem proyeksi ortogonal, dimana satu bidang proyeksi hanya akan memperlihatkan satu sisi bangunan tersebut.<br />
Suatu gambar denah terdiri dari 4 gambar tampak yaitu: tampak muka, tampak samping kanan, tampak samping kiri dan tampak belakang.<br />
Gambar tampak tidak perlu dilengkapi dengan ukuran baik lebar, panjang maupun tinggi bangunan, tetapi harus digambar dengan semenarik mungkin lengkap dengan dekorasi sesuai dengan perencanaannya.<br />
Gambar tampak disebut juga gambar arsitektur, dan digambarkan dengan skala 1:100.<br />
<br />
7. Gambar Struktur<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar struktur adalah suatu gambar teknik berupa gambar rangka suatu konstruksi, seperti rangka beton, atap dan sebagainya.<br />
Tujuan gambar struktur, untuk memperjelas bentuk dan letak konstruksi yang sudah diperlihatkan pada gambar potongan, yang bisa membantu perencana dalam menghitung anggaran biaya bangunan dan membantu pelaksana dalam mewujudkan fisik bangunan dilapangan.<br />
Gambar struktur harus dilengkapi dengan informasi berupa nama serta ukuran yang lengkap dari konstruksi yang bersangkutan.<br />
<br />
8. Gambar Penjelasan<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
Gambar ini menjelaskan bagian-bagian (detail) yang penting dan sulit dari suatu konstruksi (Misal: konstruksi kusen/pintu/jendela/kuda-kuda) atau bagian-bagian konstruksi yang bersifat arsitektonis.<br />
Gambar penjelasan harus dilengkapi dengan ukuran dan nama sehingga pelaksana dilapangan tidak menemukan kesulitan dalam mewujudkannya.<br />
Gambar penjelasan biasanya digambar dengan skala 1:5 sampai 1:20 atau sesuai dengan kebutuhan.]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqf4t6</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=2ct4m9j</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 13:05:01 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang bagian-bagian pada konstruksi kuda-kuda kayu.&#160;untuk lebih jelasnya lagi silahkan lihat gambar dibawah ini, dan dibawah gambar tersebut adalah nama bagian-bagiannya.<br />
<br />
<br />
Keterangan:<br />
<br />
a. Balok tarik &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160;&#160;h. Balok Gording<br />
b. Balok KunciI. Balok Tembok<br />
c. Kaki Kuda-KudaJ. Balok Bubungan Miring<br />
d. Tiang Gantungk. Balok Tunjang<br />
e. Batang Sokongl. Tiang Pincang<br />
f. Balok Gapitm. Balok Pincang<br />
g. Balok Bubungan]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=2ct4m9j</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=2tchku3</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 10:24:31 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://1.bp.blogspot.com/-SyFezj-YWgg/T3KfMa_8lVI/AAAAAAAAAb0/qdrJpCFJiB4/s1600/Screenshot - 3_18_2012 , 10_05_38 PM.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=2tchku3</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=46ylzk9</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 10:23:50 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://1.bp.blogspot.com/-FM_1o-7gyLw/T3Kgb0azfoI/AAAAAAAAAb8/Qjwe7hIxnI4/s1600/Screenshot - 3_18_2012 , 10_04_10 PM.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=46ylzk9</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inm80t</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 10:23:32 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://1.bp.blogspot.com/-FM_1o-7gyLw/T3Kgb0azfoI/AAAAAAAAAb8/Qjwe7hIxnI4/s1600/Screenshot - 3_18_2012 , 10_04_10 PM.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=inm80t</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=39vuc9e</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:32:06 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://i1217.photobucket.com/albums/dd394/manchunian2/Screenshot-8_12_20118_43_49PM.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=39vuc9e</guid>
</item>
<item>
<title>Arsitektur-ku</title>
<link>http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqcgho</link>
<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:32:03 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Image copy: http://i1217.photobucket.com/albums/dd394/manchunian2/Screenshot-8_12_20118_43_49PM.jpg]]></description>
<guid isPermaLink="true" >http://blogcopy.com/~www.arsitektur-ku.blogspot.com?copy=1fqcgho</guid>
</item>
</channel>
</rss>